Minggu, 30 Oktober 2016

Strategi Pembelajarajan Bahasa Metakognitif




Strategi Pembelajarajan Bahasa Metakognitif

Orangtua sangat berperan dalam perkembangan bahasa anak. Dengan berinteraksi dengan orang dewasa yang menyediakan kegiatan yang dapat menjembatani perbedaan antara pemahaman orang dewasa dan pemahaman anak-anak. Kegiatan-kegiatan bermain bersama setiap hari  di mana anak mempelajari ketrampilan-ketrampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai yang penting di dalam budaya. 

Perkembangan bahasa pada masa bayi dan perlakuan orang tua atau pengasuh mempengaruhi perkembangan kebahasaan dan kesiapan anak membaca. Oleh karena itu orangtua harus memberikan rangsangan yang memadai agar anak memperoleh bahasa yang sesuai dengan usia dan meningkatkan rasa percaya diri anak.
 
Pemerolehan bahasa melibatkan istilah sebagai berikut :proses,  gaya dan strategi. Proses adalah hubungan antara stimulus dan respon yang melibatkan penyimpanan makna, hafalan, transfer , generalisasi dan interferensi. Gaya adalah kesukaan yang konsisten dan bertahan lama pada diri seseorang.  Strategi adalah metode khusus untuk mendekati masalah atau tugas. atau masalah tertentu.[1].

Strategi metakognitif yang dimaksudkan dalam peningkatan bicara yang dimaksud adalah strategi yang melibatkan perencanaan belajar, pemikiran tentang proses yang belajar yg sedang berlangsiung. Dengan demikian pada saat belajar bahasa anak diminta untuk mengulang-ulang kata yang diberikan dan diberikan masukan sehingga kesalahan ucap dapat diatasi. Cara ini dapat dilaksanakan dengan meminta anak menceritakan pengalamannya dan pada saat anak mengucapkan kata yang kurang tepat orangtua atau guru meminta anak untuk berhenti dan mengucapkan kata yang dianggap kurang tepat setelah itu orangtua mengucapkannya dan meminta anak untuk mengulanginya.

Papalia et al menyebutkan ada beberapa faktor  yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Beberapa hal itu adalah:

a.      Kematangan otak.
Selama awal-awal tahun kehidupan anak, otak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini sangat berkaitan dengan perkembangan bahasa. Proses linguistik adalah proses yang rumit dan melibatkan berbagai komponen di otak. Bagaimana proses linguistik ini diatur oleh otak  sangat tergantung pada pengalaman anak selama proses kematangan otak.

b.      Peran orangtua dan pengasuh.
Bahasa adalah kegiatan sosial. Orangtua dan pengasuh memainkan peran yang penting pada setiap tahap perkembangan bahasa anak. Pada saat tahapan mengoceh,orangtua membantu bayi untuk dapat berbicara secara jelas dengan cara  mengulang-ngulang bunyi yang bayi ucapkan. Orangtua yang menitu ocehan bayi mengajarkan aspek sosial bahasa kepada bayi bahwa percakapann itu harus bergiliran. Bayi memahami aturan ini pada saat usia 7 – 8 bulan. 

c.       Kesempatan mengembangkan ketrampilan berbicara.
Untuk mengembangkan ketrampilan berbicara anak harus  diberi kesempatan untuk bercerita. Anak diminta untuk menceritakan pengalamannya,misalnya: ”Dini, apa yang kamu lakukan selama liburan?" Pada saat anak diberi kesempatan bercerita anak memiliki konteks untuk berlatih berbicara. Pelatihan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk berbicara.[2] 




[1] H Doglas Brown, Prinsip pembelajaran dan Pengajaran Bahasa, ( Jakarta : Pearson Education , Inc , 2007) h.126-127.
[2] Teresa M McDevitt dan Jeana E Omrond, Child Development, ( Boston: Pearson ,) h 322

Tidak ada komentar:

Posting Komentar