Kamis, 06 Oktober 2016

Ayah dalam Doa

Dapat tulisan dari seorang dosen di Arab Saudi tentang definisi ayah yang ia tanyakan ke mahasiswa-mahasiswanya..
Alhamdulillah akhirnya bisa saya terjemahkan walau tidak seindah tulisan dalam bahasa aslinya...

Siapakah ayah?

Dr. Abdullah Balgasim

Ketika seorang dosen bertanya definisi ayah kepada mahasiswa- mahasiswa S2,  banyak jawaban-jawaban bagus dan jawaban-jawaban yang biasa saja.

Di bawah ini beberapa jawaban terbaik yang dikumpulkan sang dosen

Ayah itu..
Kau pakai sepatunya yang longgar karena kecilnya kakimu

Kau gunakan kacamatanya di muka kecilmu dan kau merasa besar

Kau pinjam kunci mobilnya dan berkhayal seolah-olah kau bisa mengemudikannya.

Ketika ada sesuatu yang "tidak penting" di kepalamu, kau telfon dia di waktu kerjanya,  ia menerima dan menjawab panggilanmu dengan gembira dan kau tak pernah tahu bahwa bosnya memarahinya atau teman-teman kerjanya mengkritiknya, atau biaya  yang memberatkannya.

Dengan santai kau meminta :".. Ayah pulang ke rumah bawa jus strawberry ya..

Dan dia menjawab :".. Pasti.. Tapi jangan lupa jadi jagoan di rumah dan jangan buat mama marah ya..

Dia pun sampai di rumah dalam keadaan penat, panas dan kemacetan yang membuat ia lupa pesananmu..

Kau pun bertanya :"ayah, mana jus nya?.. "
Kemudian ia pun keluar lagi untuk mendapatkan pesananmu yang tidak seberapa itu dengan gembira seakan lupa keletihannya.

Hari ini... kau tidak mau memakai sepatunya karena seleranya yang sudah ketinggalan zaman.

Kau anggap jelek pakaiannya,  barang-barangnya serta mobilnya yang dulu sempat kau bangga-banggakan di hadapan teman temanmu, karena tidak lagi terlihat hebat di matamu

Kata-katanya tidak lagi selevel denganmu gerakan-gerakannya menjijikkanmu, dan membuatmu risih jika ia bertemu dengan teman-temanmu.

Jika kau terlambat datang,  dia merasa cemas dan meneleponmu, kau merasa ia menyusahkanmu, dan terkadang kau tidak angkat telfon ketika  panggilan dan rasa cemas itu datang berulang-ulang.

Ketika kau  terlambat sampai di rumah dia pun memarahimu agar kau belajar tanggung jawab,  dan ia terus mendidikmu karena ia adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinanannya.

Kau tinggikan suaramu, mendesaknya dengan perkataan dan jawaban-jawabanmu sehingga ia pun terdiam.
Bukan karena takut kepadamu, tapi karena perihnya teriris lidahmu .

Kemarin,  ketika ia masih muda,  ia mengangkatmu di atas bahuhya.  Sekarang kau jauh lebih tinggi darinya!
Dulu kau masih cadel, banyak salah dalam bicara ,  dan hari ini tidak ada sesiapa pun yang bisa menutup mulutmu.

Kau lupa... Walaupun membuatmu risih, tetapi ia adalah ayahmu. Sebagaimana ia sanggup menjagamu ketika kau kecil, sabar akan kebodohan dan ketidak tahuanmu, maka sabarlah menghadapinya ketika ia sakit dan tua..
Berbuat baiklah kepadanya, banyak orang yang berharap punya ayah.

Mereka bertanya kepada ku siapakah lelaki  terbaik itu?
Jawabanku : "yang menungguku sembilan bulan, menyambutku dengan gembira, membesarkan ku walau kesehatannya jadi taruhan, dialah yang cinta terbesarku akan lekat selamanya...
Mohon maaf bagi semua lelaki yang ada di dunia... Tidak ada seorangpun sebaik Ayah!!

Tuhanku..
Bagi yang ayahnya sudah tiada, ampunilah dia, kasihi dia, dan tempatkan dia di jannah mu yang terhampar luas..
Bagi yang masih mempunyai ayah..
Panjangkan umurnya dalam ketaatanMu..
Bebaskan dia dari kegalauan,  sembuhkan, dan beri dia rezeki dari arah yang dia tidak sangka-sangka..

Translated by : Faisal Sundani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar