Jumat, 28 Juli 2017

Ku Tak Ingin Menyesal

📢 Ust. Oemar Mita Lc
🏡 Masjid Nurul Asri Deresan, 29/07/17
🔰 Tema: Ku Tak Ingin Menyesal
📝 @ArtieTeja

Bagaimana niat mencari ilmu yang benar/lurus?
Kalau seseorang mencari ilmu betul-betul tulus karena Allah ta'alla.

🍃Diantara perkara yang paling menguras tenaga yaitu ketika kita melewati masa-masa penyesalan.
🍃Orang ketika sedang merencanakan sesuatu pasti ada suka cita tetapi lupa mempersiapkan kekecewaan.
🍃Penyesalan adalah bagian dari ketidakmampuan kita mengambil ibrah.
🍃Perjalanan kita ada 4 tahap,  yaitu:
masa dalam kandungan
masa hidup kita di dunia saat ini
masa alam barzah
masa alam akhirat
🍃Penyesalan ada 2 yaitu penyesalan di dunia dan penyesalan di akhirat.
🌿Penyesalan di dunia bisa menimbulkan kebaikan jika kita mampu mengambil hikmah atas setiap kejadian,  masih bisa kita perbaiki dengan melakukan kebaikan-kebaikan.
🌿Penyesalan di akhirat adalah penyesalan yang tidak ada akhirnya,  tidak dapat di perbaiki,  sangat pedih.

🌸Orang yang beriman adalah orang yang tidak mau menyesal di akhirat kelak, yang mampu mengambil ibrah.

🌸Ibrah (apa yang menjadikan sesuatu itu terjadi)  terjadi dulu baru mengambil hikmah

🔐Penyesalan dibagi menjadi 2 yaitu:
👉Penyesalan ketika maut sudah ada di kerongkongan (sakratul maut) , penyesalan yang tidak mengembalikan keadaan. Hadist Rasulullah: "Segala amal itu tergantung bagaimana penutupnya (meninggalnya)". Kematian adalah proses penentu amal kebaikan kita.
👉Penyesalan yang akan di dapatlan ketika seseorang berada di alam barzah.

🍁Yang menjadikan orang menyesal di akhirat kelak:
1. Syirik
🔸Al-Kahfi: 42 ⏩ Ya Allah cobalah selama hidup kita tidak melakukan kesyirikan selama hidup. Tanamkan ketahuidan dan aqidah dalam diri kita agar tidak menyesal di akhirat.
🔸Al-Ghasyiah: 3-4 ⏩ syirik bukan perkara yang kecil, sebanyak apapun amal kebaikan kita tidak akan berati di akhirat ketika kita masih syirik.
🔸Kecintaan kita berlebihan terhadap dunia bisa mengakibatkan kita menjadi syirik.
🔸Syirik ada banyak macamnya, bisa jadi karena hal kecil yang mengakibatkan kita meniatkan segala sesuatu bukan karena Allah ta'alla.
🔸Kita lebih paham dengan apa yang Allah cintai tetapi kita lupa dengan apa yang Allah benci agar kita tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kesyirikan.
🔸Keislaman itu belum menjamin kita bersih dari kesyirikan tetapi kita harus memahami kesyirikan agar kita mampu menjauhi hal-hal yang mengakibatkan kita melakukan kesyirikan.
🔸Fitnah akhir zaman: syirik,  bid'ah.

2. Hidup tidak terbimbing dan terarahkan (Dzalim)
🔸Al-Furqan: 25, orang-orang dzalim dan kemudian mereka berkata ketika di dunia mereka seharusnya mengikuti jalan Rasul (sunah).
🔸Menurut aqidah sunah adalah apapun yang datang dari Nabi,  perkataan beliau, tindakan beliau.
🔸Hakikat cinta itu tidak hanya memuji tetapi juga mengikuti. Mencintai Rasul akan menjalankan sunah.
🔸Sunah mengatur detail dalam kehidupan.
🔸Tidak ada keselamatan paling besar kecuali mengikuti sunah.
🔸Imam malik: sunnah itu ibarat kapal nabi Nuh, barangsiapa menaikinya maka ia akan selamat,,barang siapa meninggalkannya maka ia akan tenggelam.

👇Dosa besar di bagi menjadi 2 yaitu
♦Dosa besar yang tidak menghapuskan amal kebaikan, exp: zina.
♦Dosa besar yang menghapuskan amal kebaikan,  exp: meninggalkan sholat ashar menghapuskan amal seharian.

Syirik tidak perlu mengucap syahadat lagi cukup melakukan taubat dan membaca doa kafarat syirik.

Ingat!
🌾Kita lebih mudah memvonis tetapi kita tidak pernah mencari tahu kenapa orang itu melakukan hal tersebut.
🌾Kita menuntut orang mendapatkan hidayah tetapi kita lupa mendo'akan orang tersebut untuk mendapatkan hidayah.
🌾Majelis adalah saran untuk tetap istiqomah.






Rabu, 26 Juli 2017

Majelis Ayah

🎁 Sedikit Refleksi Untuk Para AYAH & Calon AYAH ..

_Tulisan Ini dicopas ulang_ oleh Tim MAJELIS AYAH - AQL

*DI GONTOR, BANYAK AYAH YANG MENDADAK JADI KEIBUAN*

Oleh: @Beni Sulastiyo

Mengamati perilaku para AYAH yang sedang mengantarkan anak di Pondok Putri Gontor sangatlah menghibur. Ada saja kisah yang menarik dari mereka, tentang kenekatan mereka berangkat membawa putrinya menyebrangi lautan,  hingga berbagai cerita sedih yang memaksa mereka menjadi seorang AYAH yang berjiwa keibuan.

⏳ Saya lebih banyak cerita tentang aktivitas AYAH bukan karena tak ada ibu yang bersimbah air mata turut serta berjuang mengantar anaknya pada saat akan mondok lho ya. Saya bercerita tentang para AYAH karena yang sering ngumpul bareng memang para AYAH. Di lingkungan pondok pesantren akan terasa aneh kalau ada bapak-bapak berakrab ria dengan wanita, apalagi emak-emak.

💝 *Pertama*, ada cerita tentang Bang Zaman dan putri sulungnya.

Bang Zaman adalah seorang pengusaha pakaian yang sangat ulet. Ia mengaku mendidik putri sulungnya dengan keras. Kesibukannya sebagai pedagang  telah mengurangi waktunya untuk memanjakan sang anak. Semua keperluan sang anak, diserahkan kepada istrinya. Ia sendiri telah memutuskan untuk mengangkat dirinya sendiri sebagai petugas keamanan di dalam negeri mungil keluarganya. ```Misi utamanya memberi peringatan dan hukuman```.

Tak ayal _ia sering memberi peringatan keras kepada anaknya jika bersikap nakal atau melanggar peraturan. Seringkali ia memarahinya, bahkan menghukumnya_. ```Walhasil hubungan pribadi antara dirinya dan anak menjadi agak kaku```. Bagai hubungan antara satpol PP dengan pedagang kaki lima. Hahaa.😄

_Ia mengaku tak punya tradisi memanjakan putri sulungnya_. Saat berninggu-minggu menunggu putrinya di pondok,  hubungan ia dan anaknya biasa-biasa saja, sebagaimana yang terjadi di rumah saat masih berada di kampung halaman. Maka, sepanjang hari saat para capel beristirahat lalu berkumpul dan bercanda dengan orang tuanya, Bang Zaman dan putrinya tak terlihat saling tegur sapa. _Makan bersama diam-diaman, minuman bersama bisu-bisuan. Tiada tukar tanya, tiada sapa canda, apalagi usapan manja_.

_Namun_, pada saat putri sulungnya dinyatakan lulus, ```ia mengaku tak kuasa menahan air matanya```. Dan karena sebab tak terbiasa menangis, ia  merasa malu. Maka, ia pun bergegas mencari tembok yang sepi sembari menahan kebelet tangis yang menekan-nekan syaraf kelopak mata. Begitu ia dapati tembok itu, bertumpahanlah air Bang Zaman. 

Sekujur tubuh tembok itupun basah, lumut-lumut basah, rumput-rumput basah. Tanah dan debu-debu basah. Basah oleh tumpahan air mata bahagia.
Hahaa….

🤓Tangisan pertama itu ternyata memancing tangisan berikutnya.

Siang hari, ketika sang putri yang telah dinyatakan lulus itu resmi menjadi santri dan harus menginap di asrama baru, Bang Zaman kembali mengucurkan air mata. Putri sulungnya tak lagi bisa dijenguk secara leluasa.

Walaupun masih berada dalam sebuah area yang sama, namun Bang Zaman merasa telah dipisahkan oleh jarak yang begitu jauh.```Saat itulah mungkin ia menyadari bahwa ia memiliki cinta, memiliki rasa sayang```, memiliki putri sulungnya yang masih unyu-unyu.

💓 Rasa sayang itu bertumbuh begitu cepat di atas tanah kesadaran yang bakal memisahkan ia dengan putrinya.

Tanpa ia sadari, saya sering memergoki AYAH yang gagah perkasa itu melamun sendirian di halaman luar pondok. Duduk diam membisu sambil menatap pagar teralis kawasan pondok dengan tatapan hampa.

Saat saya mendekat, matanya tampak berkaca-kaca. Dan karena malu, secepat kilat ia mengusap kelopak matanya.

Pernah pula saya melihat Bang Zaman tak tidur semalaman. Ia berbaring di dipan, namun matanya tak mampu ia pejamkan. Maka, semalaman ia hanya memandang langit-langit kamar.

Paginya ia bercerita bahwa semalaman ia tak bisa tidur. Secara tak terkendali berlintasan peristiwa ia dan putrinya. _Terbayang tangisan pertamanya saat baru pertama menatap dunia, terbayang pada saat ia menimang, merangkak dan belajar berjalan. Terbayang pada saat ia mengatar putrinya ke sekolah TK, terbayang pada saat ia memarahinya, terbayang berpuluh bahkan beratus peristiwa  tentang kebersamaan dirinya dan putrinya._

_Dan ketika sadar putrinya sudah berada dalam asrama sedangkan ia harus segera kembali ke kampung halaman_, maka dadanyapun sesak oleh tekanan sedih yang mendalam. Bang Zaman berupaya menahan. Namun semakin ditahan perasaannya semakin tak karuan. Karena tak kuat, Bang Zaman melepaskan sedihnya. Membebaskan cinta tulus yang terpendam, lalu mengalirkannya bersama bulir-bulir air mata kasih sayang pada saluran malam yang pekat.

💝 _kedua_ Cerita dari Bang Rudy lain lagi. Ia dan anaknya sudah biasa hidup berjauhan. Anaknyapun sangat mandiri. Seperti pula tradisi dalam banyak keluarga, peran ibu biasanya sangat dominan. Sehingga secara psikis hubungan seorang ibu dengan anak jauh lebih kuat dibandingkan ikatan seorang AYAH dengan anaknya. Begitu juga mungkin yang terjadi pada Bang Rudy.

_Ia merasa tak terlalu dekat dengan putrinya_, karena sejak bayi istrinyalah yang mengurus putrinya. _Ia mengaku tak pernah meneteskan air mata dalam perjalanan membesarkan anaknya_. Paling hanya pada saat hari raya saja.

_Ia juga mengaku tak pernah menangis saat mendengar anaknya naik kelas. Bahkan perasaannya biasa-biasa saja saat mendengar pengumuman bahwa putri sulungnya telah tamat sekolah dasar dan dinyatakan berhak melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya._

*Namun*, saat mengantarkan putri sulungnya ke Pondok Putri Gontor dan menungguinya belasan hari lamanya, pelan-pelan bertumbuh ikatan batin yang semakin kuat dengan anaknya.

_Dan entah mengapa, saat mendengar putri sulungnya lulus ujian sebagi santri Pondok Gontor Putri, air matanya berlinang_.

Ia mencari putrinya, putrinya mencari AYAHnya, dan saat berjumpa kedua makhluk itu lalu saling berpelukan dan menangis sesenggukkan.

Rasa sesak di dada dan sedih yang tak tertahankan kembali meletup dan mengalirkan air mata saat ia membantu anaknya memindahkan barang ke asrama barunya.

Ceritanya, setelah barang-barang putrinya masuk di kamar asrama, tetiba ia dan ratusan orang tua santri diminta untuk keluar oleh para santri senior yang menjaga adik-adiknya.

Sontak, Bang Rudy merasa kehilangan otoritas kepemilikan terhadap anaknya. Karena suasana riuh, Bang Rudy lupa memberi tahu tempat ia menginap kepada putrinya yang masih belum beranjak remaja itu.

Saat istirahat, sang anak berputar-putar di seluruh area pondok mencari ayahnya. Sementara Bang Rudy bolak balik dari gajebo tempat ia menginap ke bagian penerimaan tamu di depan asrama. Sayangnya Bang Rudy tak berhasil menemukan putrinya. Begitupun putrinya.

Bang Rudy resah karena belum berkesempatan mencium kening sang anak. Sang anak berurai air mata karena berpikir ayahnya sudah pulang ke kampung halaman, meninggalkannya seorang diri, terkurung dalam kamar asrama yang masih teramat asing bagi dirinya. Tega nian AYAHku, batin sang anak.

Menjelang sore, Bang Rudy berjalan gontai menuju gajebo tempat ia meletakan barang. Ia merasa lelah menunggu lama di area penerimaan tamu. Sang putri merasa lelah pula karena telah berputar berkali-kali di kawasan pondok yang sangat luas sambil menangis sesenggukan.

Lalu tak tau gimana kedua mahluk yang sama-sama lelah itu secara tak sengaja berpapasan. Bang Rudy menatap anaknya, anaknya balas menatap AYAHnya.

AYAHnya berharap perempuan kecil berseragam di depan itu adalah anaknya. Anaknya berharap pria tambun di depannya itu adalah AYAHnya.

Sejenak kedua manusia itu saling menatap. Ternyata harapan kedua makhluk itu benar adanya.

Lalu seperti dalam adegan sepasang kekasih di film india, kedua mahkluk itu berlari kecil, saling mendekat lalu saling berpelukkan. Sang anak melepaskan air matanya. Pipinya basah oleh air mata bahagia.

😢Sang AYAH mengusap pipi anaknya. Sang AYAH khawatir tumpahan air mata putri kecilnya itu  membasahi jilbab putih _putri_ kesayangannya.

Sayangnya, ia lupa mengurus air matanya sendiri. Air mata sang AYAH ternyata bertumpah jauh lebih deras daripada air mata putrinya. Tak ayal jilbab putih yang baru selamat dari tumpahan air mata sang anak itu, justru tak selamat dari tumpahan air mata sang AYAH.

Jilbab putih sang anak itupun lalu basah kuyup oleh air mata sang AYAH!
---***---
🔺*Cerita diatas adalah cerita betulan. Demi menjaga kegagahperkasaan para pelaku, nama-nama AYAH dalam cerita di atas terpaksa saya samarkan, hehee.

Bungben, Pontianak, 19 Juli 2017..
= = = = = = = = = = =
😬tak terasa 😭 Meleleh juga air mata kita ya..

```AYAH mendidik Bukan Hanya Tugas Ibu```... _Manfaatkan dengan baik masa-masa mendidik dan membesarkan putra-putri kita.
-Ayah,

BERSERAH

Ya Allah..ampuni aku yang selalu lalai dengan perintah-Mu.  Yang masih saja berharap kepada selain-Mu.

Ingatkan aku untuk selalu berjalan di jalan-Mu,  jalan menggapai Ridho-Mu.

Ya Allah.. aku tahu Engkau selalu berupaya menegurku dengan cinta-Mu. Mengingatkanku tidak ada cinta sebaik cinta-Mu kepadaku. Cinta yang akan menuntunku ke surga-Mu.

Aku hanya bisa berserah dan pasrah atas segala ketentuan-Mu,  aku yakin Engkau punya rencana yang terbaik untukku.

Dalam berserahku,  aku mohon kebahagiaan untuk orang-orang yang aku sayangi. Ringankanlah rezeki mereka dan senantiasa maafkan kesalahan-kesalahan mereka sebagaimana Engkau selalu mengajarkanku merelakan segala yang tidak mampu ku miliki.

Allah.. Allah.. Allah..
Tuntun aku untuk selalu mencintai-Mu dan berikan aku cinta yang selalu menuntunku untuk mencintai-Mu.

Selasa, 25 Juli 2017

Close My Heart

Cinta memang tak pernah salah,  kita yang memaksakan cinta-lah yang salah.  Kita gak pernah tau kapan cinta itu datang dan kapan cinta itu akan pergi. Allah yang mampu membolak balikan hati manusia.

Bahagia itu tatkala cinta datang dan tak pernah pergi. Tak ada kalimat "Selamat tinggal cintaku" meninggalkan mimpi-mimpi dan harapan yang sudah di rencana.  Yup lagi-lagi bukan cinta dan rencana yang salah.. Manusia hanya bisa berencana,  Tuhan yang menentukan rencana itu menjadi nyata atau ada rencana lain yang terbaik menurut-Nya.

Mungkin cinta sejati hanya ada pada aliran darah ibu dan anak atau ayah dan anak.. entahlah,  aku selalu tersungkur dengan cinta, selalu gagal menerjemahkan cinta. Aku yang tak sebahagia itu dengan cinta.

Allah ingin menunjukkan cinta yang membuatku hidup adalah cintamu Nak.. Cinta yang tak akan pernah meninggalkanku.. Cinta yang tak akan pernah menyakitiku..

Salahkah jika aku ingin menutup hati untuk datangnya cinta-cinta yang lain setelah cintamu menjerumuskanku dalam luka yang dalam.. Cinta yang membuyarkan segala harapan.

Biarkan aku menikmati cinta yang mengalir dalam aliran darahku.. Cinta lelaki kecilku yang selalu menghidupkan hidupku di saat cinta yang lain mematikan hidupku,  Love you till the end Nak..Semoga kelak kau akan menjadi lelaki yang mampu membahagiakan pasanganmu dengan cinta terbaik,  cinta yang mengantarkanmu pada Ridho-Nya.. 💙

Minggu, 23 Juli 2017

Menjadi Orangtua Hebat

📚Bagaimana sie menjadi orangtua hebat?
1. Bersiap-siap menjadi orangtua
2. Memahami peran orangtua
3. Memahami konsep diri orangtua
4. Melibatkan peran Ayah

Pagi ini kita bahas yang pertama dulu ya.. bertahap karena materi cukup banyak dan menarik 😍

⭐Bersiap-siap menjadi orangtua
1. Merencanakan usia pernikahan
2. Membina hubungan antar pasangan (keluarga dan kelompok sosial)
3. Merencanakan kelahiran abak pertama (persiapan menjadi orangtua)
4. Mengatur jarak kelahiran
5. Merawat dan mengasuh anak (memenuhi kebutuhan mendasar anak)

🔜Menciptakan keluarga yang berkualitas,  yaitu:
1. Menumbuhkembangkan harapan (pada diri sendiri dan keluarga akan kehidupan yg lebih baik)
2. Memberikan teladab yang baik
3. Senantiasa memberikan nasihat kebaikan
4. Mencari dan membentuk lingkungan kondusif
5. Melakukan pembiasaan dan pengulangan thdp hal-hal yang baik dan bermanfaat
6. Memberikan hadiah berupa pujian

👉Selain itu kita harus dapat menciptakan dan melaksanakan fungsi-fungsi keluarga secara serasi, selaras dan seimbang.  Apa saja sie fungsi keluarga?
1. Fungsi keagamaan
2. Fungsi sosial Budaya
3. Fungsi cinta kasih
4. Fungsi perlindungan
5. Fungsi reproduksi
6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan
7. Fungsi ekonomi
8. Fungsi pembinaan lingkungan

Yuks kita renungi... bagaimana persiapan kita sebagai orangtua.. 😊

Masuk materi selanjutnya ya...

⭐Memahami peran orangtua
Orangtua terbaik bukanlah mereka yang suka menyerahkan urusab pengasuhan kepada orang lain.

Pengasuhan adalah proses mendidik mengajarkan karakter, kontrol diri dan membentuj tingkah laku yang diinginkan.

🍃Konsep pengasuhan:
1. Pengasuhan yang baik
2. Pengasuhan penuh kasih sayang
3. Pengasuhan berkualitas

👉Tujuan pengasuhan : merawat,  mengasuh,  dan mendidik anak

👉Pola asuh adalah pola perilaku yang diterapkan ortu pada anak dan bersifat konsisten dari waktu ke waktu ⏩ otoriter,  permisif,  demokratis,  diabaikan.

Penerapan pola asuh juga perlu memperhatikan keunikan anak.

🌀Bagaimana pola pengasuhan efektif?
1. Dinamis
2. Sesuai kebutuhan dan kemampuan anak
3. Ayah dan ibu konsisten
4. Teladan positif
5. Komunikasi yang baik
6. Berikan pujian
7. Berpikir kedepan
8. Libatkan anak
9. Sabar
10. Beri penjelasan
11. Realistis
12. Jaga kebersamaan

🌷Apa saja faktor penting dalam pengasuhan? 1. Disiplin (masuk akal,  positif,  jelas,  adil)
2. Komunikasi

☀Bagaimana pengaruh perasaan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak?
1. Perasaan memberi kekuatan atau tenaga
2. Perasaan positif mendorong berprestasi

🌟 Apa yang mempengaruhi pengasuhan?
1.Kepribadian orangtua
2. Karakteristik anak
3. Dukungan sosial
4. Pola pengasuhan

🌿Mengapa penting melatih anak mengungkapkan perasaannya?
1. Anak merasa nyaman
2. Anak merasa perasaannya penting, dirinya berharga
3. Perasaan negatif hilang
4. Ingin meneruskan pembicaraan
5. Orangtua mengerti yang sebenarnya
6. Hubungan menjadi baik dan tumbuh rasa hormat

🔰Jika anak merasa orangtua menolak perasaannya:
1. Anak merasa bingung dan kesal
2. Tidak percaya pada perasaannya sendiri
3. Tidak mengenali perasaannya
4. Kurang percaya diri
5. Konsep diri negatif

🔐 Apa saja yang menghambat komunikasi?
1. Menyalahkan
2. Memerintah
3. Membandingkan
4. Membohongi
5. Memberi cap negatif
6. Mengancam

💖Bagaimana membentuk tingkah laku yang positif pada anak?
1. Keteladanan
2. Pembiasaan
3. Pemberian penghargaan dan konsekuensi

Nah.. renungan kembali tentang bagaimana pola pengasuhan kita selama ini?  Sudahkah kita memberikan teladan yang baik untuk anak-anak kita?  😊

Nah.. makin seru ya renungan parentingnya.. Kita masuk ke materi selanjutnya "Memahami Konsep diri Orangtua"

🍁Kepercayaan diri mengasuh anak menumbuhkan keyakinan bahwa orangtua mampu untuk berhasil menjalankan tugas2 dalam mengasuh anak2 mrk

🍂Konsep diri adalah gambaran diri seseorang tentang ciri2 yang dimilikinya.  Konsep diri berkembang sejak bayi sampai dewasa.

🌸Bagaimana orangtua mengembangkan kepercayaan diri? 
Ada 2 aspek dalam mengembangkan konsep diri:
1. Konsep diri yang positif terhadap diri sendiri
2. Penghargaan atas prestasi dan ciri2 positif yang di miliki

🔐 orangtua perlu mengenal dirinya sendiri lebih baik dari orang lain,  memahami kelebihan,  keunikan dan kekuranga yang dimilikinya.
🔐 Orangtu juga dapat meminta masukan dari orang lain tentang diri,  terimalah yang kurang dan tingkatkan yang lebih atau positif

🌾Pembentukan konsep diri anak juga sangat penting. Kita diharapkan tidak memberi cap pada anak,  seperti "anak bodoh", "anak nakal", "anak pemalas", dsb.
🌾Berikan harapan yang positif,  penghargaan kepada anak atas tingkah laku positif anak,  seperti "Ibu bangga adik sudah dapat makan sendiri", dsb.

💙Orangtua yang memiliki konsep diri positif akan menghasilkan anak2 yang memiliki konsep diri yang positif.

🔑Sudahkah kita menjadi orangtua yang memiliki konsep diri yang positif❓

⭐ Melibatkan peran Ayah

Keterlibatan Ayah dalam pengasuhan sering hanya dianggap sebatas pendukung ibu,  padahal Ayah juga dapat melakukan pengasuhan yang sama baiknya dengan ibu.

Pengalaman bermain anak dengan Ayah terkait dengan keterampilan sosial anak di kemudian hari.

Ayah yang ikut serta mengasuh bayi dan anaknya dapat membuat anak cerdas di sekolah dan mempunyai nilai-nilai akademis yang bagus.

Ayah yang tidak peduli dan tidak mau terlibat dapat membuat anaj memiliki masalah seperti kenakalan dan depresi pada anak di kemudian hari.

🍃Apa manfaat keterlibatan Ayah dalam pengasuhan?
1. Perkembangan kognitif ⏩ anak lebih cerdas,  memperbanyak kosakata anak,  anak lebih terampil,  prestasi di sekolah lebih baik,  perilaku buruk berkurang,  anak lebih aktif,  peluang karir lebih baik,  resiko kenakalan remaja lebih rendah.
2. Perkembangan sosio-emosional ⏩ anak merasa aman,  anak tidak mudah stres,  anak mudah beradaptasi, anak sehat secara mental,  anak berperilaku pro-sosial,  anak mudah bergaul,  anak terhindar dari konflik,  kehidupab dewasanya lebih baik, anak memiliki empati,  anak matang secara moral.
3. Perkembangan fisik ⏩ resiko kelahirab lebih kecil,  resiko penyakit & kecelakaan rendah,  anak lebih sehat.

🌼 Apa yang bisa dilakukan Ayah agar terlibat dalam pengasuhan?
1. Mendampingi kehamilan
2. Turut merawat bayi
3. Melakukan aktivitas bersama anak
4. Menciptakab komunikasi yang baik

🔸Kehadiran Ayah mempengaruhi kondisi emosi ibu yang baik selama masa kehamilan
🔸Dukungan Ayah akan berdampak pada kesabaran dan semangat ibu untuk menyusui bayinya
🔸Kedekatan anak dengan Ayah akan sangat mempengaruhi kecerdasan emosional Anak

👉Akibat dari ketiadaan peran Ayah dalam pengasuhan:
🔥A Fatherless Country adalah istilah yang menggambarkan kondisi negara yang kekurangan Ayah secara psikologis ⏩ bahaya terbesar "no man role model" jika Ayah tidak menjadi role model di rumah,  maka anak akan bingunh menentukan bagaimana bersikap dan ia mudah terpengaruh untuk mengikuti hal-hal yang negatif (anak kehilangan rasa aman,  anak lebih sering absen di sekolah,  anak mendapatkan nilai yang lebih rendah,  anak lebih mudah depresi,  anak lebih antisosial,  anak lebih sering sakit dan buruk dalam penilaian kesehatan,  sosial,  fisik,  emosional dan psikologis)
🔥Mentally broken yaitu anak yang hanya pintar secara kognitif, tapi kosong jiwanya akan mengakibatkan ketidakseimbangan jiwa dengan otaknya.

🔑Kalau Ayah "tiada" apa yang harus dilakukan?
Mencarikan Ayah pengganti (subtitute father), bisa melalui kakeknya,  pamannya,  guru sekolahnya, dll yang penting tetap mengisi bejana jiwa anak.

💖Masalah bagi anak bukan karena tak berayah,  tapi proses menjadi tak berayah (pertengkaran,  dsb) yang memberikan akibat lebih buruk.
💖Tak sekedar mencari nafkah,  namun memberi pengasuhan terbaik adalah tugas seorang Ayah.

Semoga ilmunya bermanfaat dan menjadi sarana kita dalam bermuhasabah 😘😍

📝Mom ArtiTeja - MotiVaMoms
Sumber: Bahan penyuluhan bina keluarga balita bagi kader - BKKBN