Sabtu, 28 Mei 2016

HYPNAGOGIC, HYPNOSLEEP, HYPNOPOMPIC (Konteks Hypnoparenting

HYPNAGOGIC,  HYPNOSLEEP, HYPNOPOMPIC
(Konteks Hypnoparenting) - yws

Cerita apa yang kita ceritakan kepada anak sebelum tidur?
Pembicaraan seperti apa yang kita lakukan saat anak tidur di dekat kita?
Bagaimana cara kita membangunkan anak?

------------------

Sebelum tidur, saat tidur dan saat bangun tidur, menurut Milton Erickson adalah saat-saat yang sangat sugestif untuk menerima pesan. Apalagi bila pesan itu disampaikan berulang setiap hari selama bertahun-tahun. Oleh karena itu adalah penting bagi kita untuk menjaga agar pesan yang kita sampaikan pada anak memiliki nilai sugesti yang positif.

👍Hypnagogic
Bayangkan bila anak terbiasa tertidur di depan TV yang masih menyala. Terdengar umpatan dan bahasa kasar dari sinetron-sinetron yang tidak mendidik, atau tawaran materi dari iklan-iklan.
Sugesti apa yang masuk, tersimpan dan terekam dalam memori anak?

☝Hypnosleep
Bayangkan juga bila anak tertidur di pangkuan sementara di dekatnya, ibu atau pengasuhnya bergosip baik secara langsung maupun via telpon.
Sugesti apa yang masuk, tersimpan dan terekam dalam memori anak?

👆Hypnopompic
Bayangkan juga ketika anak dibangunkan dengan cara diguncang, dikagetkan, diteriaki atau bahkan disiram. Terlebih bila ketidaksabaran memicu orangtua mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.
Sugesti apa yang masuk, tersimpan dan terekam dalam memori anak?

Bila kita menyadari bahwa kita sudah menanamkan sugesti negatif selama bertahun-tahun pada anak kita, maka mulai sekarang kita mengubahnya dengan menanamkan sugesti positif.

Mulailah sebelum anak tidur menceritakan kisah-kisah teladan, hingga contoh tokoh dan perilaku baik tertanam di benaknya.
Berdoalah, baik dengan doa-doa yang diajarkan dalam agama, maupun permohonan dengan bahasa sendiri.
Usaplah keningnya, kecup pipinya, dan bisikkan kata-kata cinta dan terima kasih karena mereka adalah hadiah istimewa dari Sang Maha Mencintai.

Saat anak tidur, bicaralah dengan kata-kata yang baik. Perdengarkan musik yang baik atau bacaan Qur'an. Dan jauhkan televisi yang masih menyala.

Saat membangunkan anak dari tidur. Bangunkan dengan lembut dengan bisikan di telinganya. Dengan mengusap ubun-ubunnya atau memijat lembut ibu jari tangan dan kakinya. Berikan waktu cukup pada anak untuk benar-benar bangun. Bangunkan pula dengan perasaan senang dan bersemangat, sehingga anak tertulari perasaan tersebut dan menjalani hari dengan senang. 

Yeti Widiati 220515

Sumber gambar http://sleepsense.net/do-it-yourself-options/plans/

Kamis, 26 Mei 2016

Bahagia itu Istimewa

Bahagia itu sederhana..Sesederhana Allah menunjukkan sesuatu yang salah pada kehidupan kita dan kita mampu belajar dan melangkah untuk memperbaikinya..

Bahagia itu sederhana..Sesederhana Allah selalu mengabulkan doa kita..Sesederhana Allah menjauhkan kita dari hal-hal buruk..Sesederhana Allah selalu mengingatkan kita menjauhi larangan-Nya, melakukan segala hal sesuai syariat-Nya..Sesederhana kita meninggalkan segala yang meragukan..

Bahagia itu sederhana..Sesederhana kita mensyukuri segala nikmat-Nya..Mensyukuri segala hal dalam hidup ini..

Karena semua itu bahagia tak lagi sederhana..Bahagia menjadi istimewa..Seistimewa Allah selalu ada untuk kita..

Catatan Parenting Sarra Risma

Beberapa hari silam saya mendengar sebuah kajian di sbuah radio islam yang menjelaskan tentang bahayanya kita menjadi orangtua pemadam kebakaran. Seanng sekali mendengar parenting sudah di bahas oleh para asatidz di pelbagai media. Penjelasannya menarik sekali, dan saya merasa penting untuk hal ini diketahui oleh kita, para orangtua. 

Sebagaimana namanya tugas pemadam kebakaran adalah memadamkan bila ada kebakaran, anak TK juga tau. Ketika api sudah mulai muncul, baru mereka datang, dengan bunyi ‘berisik’, berlari-lari, terburu-buru, menyingkirkan orang lain, berkeringat, berjuang memadamkan api yang smakin lama semakin berkobar. 
Ketika tidak ada panggilan darurat, maka mereka ‘ongkang-ongkang kaki’ menunggu, tidak melakukan apa-apa. 

Menurut ustadz yang memberi wejangan di radio tersebut, begitulah umumnya yang di lakukan oleh orang tua. Ketika anak nakal, memukul, bertingkah laku negatif, berisik…orangtua datang, menasihati, terburu-buru, marah, mencoba menyelesaikan masalah yang ada dengan ‘semprotan’ yang berlebihan, asal ‘kebakaran’ padam. Sedangkan kalau anak sedang menyenangkan, adem, akur, tenang.. tidak ada pujian sama sekali. Kebiasaan ini membuat anak berpikir bahwa orangtuanya akan memberikan perhatian hanya bila anak bertingkah laku negatif. Ketika positif, tidak ada respon, karena sudah di anggap sewajarnya bertingkah laku begitu. Jadi kalau anak mau dirinya diperhatikan oleh orangtua mereka, mereka harus nakal dulu.. betingkah dulu, baru wajah ibu berpaling dari mesin cuci, panci kotor dan telpon yang benar-benar selalu di tangan itu. 

Jadi anak harus di puji kalau akur? ya kalau nggak mau muji, minimal utarakan kesenangan hati anda atas perilakunya yang baik. Jangan cuma perilaku bandelnya aja yang diliat pake kaca pembesar. 

Saya, salah satu orang yang pelit memuji. Menurut saya pujian itu hanya dikasih ketika layak diberikan. 
Jadi daripada “wah.. anak mama hebat banget sudah mau ke dokter gigi”, saya menggunakan kata “Alhamdulillah.. sudah berani duduk sendiri pas tadi di tambal gigi nya. 
Secara kalau ke dokter gigi aja hebat.. kalau dia bikin mobil yang bisa terbang nanti, saya mau bilang apa? 
Saya nggak ”eh..anak mama pinter deh.. makanannya di habisin” tapi “Alhamdulillah, makanannya habis, Kaizan tidak mubadzir” 
Secara kalau ngabisin makan aja pinter.. kalau dia menang olimpiade fisika international, namanya apa? 
Jadi bukan “Gitu dong.. main ama kakak gak berantem-berantem. Keren deh anak mama” Tapi “Alhamdulillah, mama senang melihat anak mama main dengan akur, gitu terus ya nak “ 
Untuk saya, keren itu kalau dia bisa bertahan berjilbab diantara teman-temannya yang tidak. Bertahan untuk tidak merokok diantara teman-temannya yang mengajak dan merayunya, dan takut sama allah walau saya tidak ada di dekatnya. 

Anyway, balik lagi ke orangtua pemadam kebakaran, satu hal yang mau saya tambahkan dari paparan ustad tersebut yang belum ia masukkan ke dalam ‘mutiara nasihat’nya. 
Selama saya di Indonesia, saya tidak pernah mendapatkan edukasi dari orang pemadam kebakaran bagaimana untuk mencegah kebakaran. Bagaimana agar kompor tidak meledak, penjelasan akan dimana tempat aman untuk meletakkan lilin ketika lampu mati, bagaimana pertolongan pertama jika listrik korslet dan saklar mengeluarkan api. Sy tidak pernah mendapatkan penjelasan tentang apa yang saya harus lakukan jika api sudah muncul dan bagaimana memadamkannya sebelum pemadam kebakaran tiba, bagaimana membantu orang yang terbakar, dan kalau api sudah besar, apa yang harus saya lakukan. 

Jaman saya sekolah di amerika, dari TK sampai SMA, secara reguler ada trip ke stasiun pemadam kebakaran, atau mereka yang ke sekolah kami dan menjelaskan tentang hal-hal ini. Jadi kita tahu bahwa ketika api sudah berkobar pas kita bangun malam, kita harus merangkak menuju pintu karena karbon dioksida yang dihasilkan oleh pembakaran adalah gas yang lebih ringan daripada oksigen, sehingga CO2 akan menguap keatas, dan menginhalasinya akan sangat berbahaya untuk tubuh. Dalam 1 semester, ada beberapa kali kita latihan fire drill, agar ketika kebakaran benar-benar terjadi, anak-anak dan guru tidak berhamburan berlari menyelamatkan diri masing-masing, yang justru bisa menimbulkan bahaya dalam bentuk yang berbeda karena kepanikan yang ada. 

Bukan hanya edukasi, ada fasilitas ‘penanggulangan’ yang juga disediakan dalam bentuk alarm yang bisa dibunyikan kapan saja jika kebakaran terjadi. Dan tabung pemadam api disediakan di setiap sudut sekolah, walaupun sekolah negeri. 
Sedangkan seperti dinas pemadam kebakaran di negeri ini, kita sebagai orangtua pemadam kebakaran, jarang sekali mengedukasi anak tentang cara bagaimana menyelesaikan masalah. Anak di harapkan tau bagaimana menyelesaikan masalah yang dia hadapi sendiri. Padahal ketrampilan itu tidak datang sepaket dengan kelahiran manusia., seperti kemampuan untuk mengedip dan menelan. Anak diharapkan otomatis tau cara untuk berbagi, bermain dengan akur dengan saudaranya, setiap saat, setiap hari! Padahal mah kan, kalau anak terlahir dengan ilmu untuk tau cara menyelesaikan masalahnya sendiri, untuk apa orangtuanya? 

Jadi, kalau pun anda keukeuh menjadi orangtua pemadam kebakaran, please minimal edukasi dulu, baru bantu. Kan anda tidak akan selalu ada disitu utk memadamkan api. Ajarkan cara negosiasi, berbagi, kompromi, sebelum kebakaran tiba. Jangan sudah terbakar.. anak tidak tau bagaimana memadamkan, anda tidak mengajarkan, malah marah-marah. 

Saya tidak suka kata terlanjur, jadi motto saya bukan ‘pantang pulang sebelum padam”, karena kalau sudah kadung kebakar, kadang padamnya tidak menyisakan apa-apa lagi. Tapi ‘sedia payung sebelum hujan’, karena akan jauh lebih mudah mencegah daripada mengobati. 

#SarraRisman 

Selasa, 24 Mei 2016

Keharmonisan Orangtua

🌸Keharmonisan Orangtua🌸
📚 Sumber: Bicara Bahasa Anak- Rani Razak Noe'man
📝 Catatan: @ArtieTeja

💭 Apa yang kita pikirkan tentang keharmonisan orangtua ⁉ ◽Kita pasti bicara tentang keluarga utuh ◽Keluarga yang baik-baik saja ◽Ayah 🚶dan Ibu 🚺yang punya peran dalam pengasuhan anak-anaknya.🚸

🍃🌿🍂🍃🍂🌿🍃🍂🌿🍂🍃🌿🍂🍃🌿

🚣Dalam keharmonisan-pun pasti terjadi konflik tetapi apa pun konflik yang terjadi hendaknya anak-anak 🚸tidak menjadi korban. 👌

🚻 "For the sake of the children", yaitu apa pun yang terjadi pada kedua orangtua, kesejahteraan lahir bathin anak 🚼harus menjadi prioritas utama.
⤴Anak 🚼adalah manusia. Makhluk hidup titipan Allah SWT.
⤴Ayah 🚶dan Ibu 🚺adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap keharmonisan rumah tangga, bukan anak-anak🚸.
⤴Jangan biarkan anak-anak🚸 menjadi korban dari konflik rumah tangga.

✨Anak 🚼 tidak akan tumbuh begitu saja dan berhasil tanpa bimbingan orangtua.

🌟Kesuksesan anak 🚼tidaklah melulu dilihat dari sisi materi. Kesuksesan dalam diri Anak 🚼yang sifatnya "intangible" jauh lebih penting bagi kehidupan anak🚼, yaitu:
🔸Kepribadian yang matang
🔸Kebahagiaan
🔸Kemampuan untuk bersyukur
🔸Akhlak mulia

🌠 Untuk mencapainya, diperlukan keharmonisan orangtua 🚻 dan kerja sama di antara keduanya.🚣

📑📓Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan pengasuhan lengkap, dari Ayah 🚶dan Ibu🚺, akan tumbuh menjadi anak-anak🚸 yang jauh lebih cemerlang jika dibandingkan anak dengan pengasuhan dari Ibu 🚺saja.

🔍 Penelitian di Univ Harvard, menunjukkan bahwa anak-anak 🚸 yang diasuh oleh Ayah 🚶dan Ibunya🚺 secara seimbang, yaitu Ayah 🚶yang terlibat penuh dalam pengasuhan, akan:
🔅 Tumbuh menjadi orang dewasa yang suka menghibur orang pain
🔅 Memiliki harga diri tinggi
🔅 Mempunyai prestasi akademis di atas rata-rata dan mudah bergaul
🔅 Mempunyai keyakinan terhadap dirinya serta tidak mudah cemas

🔎 Ketidakhadiran Ayah🚶 dalam pengasuhan baik secara fisik maupun emosional, akan memiliki dampak sebagai berikut:
📧 Anak🚼 akan mudah terlibat kenakalan remaja, kekerasan, dan kriminalitas
📧 Anak 🚼mempunyai nilai akademis yang rendah
📧 Anak 🚼menjadi remaja yang lebih cepat aktif secara seksual
📧 Anak 🚼menjadi remaja yang mempunyai kontrol diri rendah

🚺🚶🚸🚺🚶🚸🚺🚶🚸🚺🚶🚸🚺🚶🚸

Senin, 23 Mei 2016

Melihat Kehidupan dari Jendela Terbuka

📆Kotagede, 24 Mei 2016
🏡Masjid Muadz bin Jabbal
📣Ust. Syatori Abdurrauf
📝Diringkas oleh @ArtieTeja

❤Melihat Kehidupan Dari Jendela Terbuka❤

👉 Kita bisa bayangkan bila rumah tanpa jendela❓▪ Tidak ada cahaya ▪ Tidak ada sirkulasi udara ▪Nyamankah❓

👆 Jendela yang terbuka adalah sumber masuknya cahaya dan segarnya udara ☁🌁⛅

👋 Bagaimana dengan jendela hati kita ⁉ Terbuka dengan cahaya 🌇 atau tertutup gelap 🌆

👇Mari sama-sama kita cek hati kita 💙

💰💲💰💲💰💲💰💲💰💲💰💲💰💲💰

👎 Tanda-tanda hidup dalam "gelap" ❤ yaitu:
1. Merasakan pahitnya kebaikan
🔖Mengeluh dalam melakukan kebaikan..berharap imbalan saat melakukan kebaikan..kecewa dengan kebaikan..

2. Merasakan manisnya keburukan
🔖Senang melakukan larangan-Nya..Bahagia melihat penderitaan orang lain..

3. Sepinya hidup dari Dzikrullah
(Sepi mengucapkan kalimat thayibah dan sama sekali tidak ingat Allah) 💔
Q.S. Az-Zumar: 69
🔖 Apapun yang kita lihat dan kita dengar di alam semesta ini adalah wujud dari Pancaran Cahaya Allah
👀Mata ➡ cahaya matahari
💖Hati ➡ cahaya Allah SWT

4. Kosongnya hidup dari Hikmah
🔖 Sebenarnya hikmah ada pada setiap orang tetapi hanya mampu ditemukan dengan hati yang bercahaya
🔖 Hikmah adalah kebaikan yang Allah simpan di balik peristiwa

🔉Mengapa jendela hati kita tertutup❓
Jendela hati tertutup karena terhalang oleh 4 hijab, yaitu:
🔒Takabur/sombong
🔒Keluh kesah/mengeluh
🔒Mengikuti nafsu
🔒Ragu-ragu (ragu dalam menjalankan sesuatu yang baik dan ragu meninggalkan segala sesuatu yang buruk)

🌅🌃🌅🌃🌅🌃🌅🌃🌅🌃🌅🌃🌅🌃🌅

🔊Bagaimana jalan untuk membuka penghalang agar hati kita bercahaya 💜🌞❓

🔓 Tawadhu'
Membuat kita sadar bahwa apapun kelebihan kita bukanlah jalan untuk menyombongkan diri
🔓 Qana'ah
Menerima dengan hati yang lapang
🔓 Waro'
Menahan diri dari hal yang dilarang Allah
🔓 Yaqin
Percaya bahwa sesusah apapun hidup kita pasti ada kemudahan (badai pasti berlalu)

🔐Amalan apa yang membuat kita mudah melakukan 4 hal tersebut❓
🌠 Puasa ➡ sangat efektif sebagai cara pembuka hijab/penghalang dari gelapnya cahaya hati
🌠 Seluruh amalan bulan Ramadhan

⏳🌟⏳🌟⏳🌟⏳🌟⏳🌟⏳🌟⏳🌟⏳

⏰ Bagaimana agar amalan Ramadhan bisa menjadi pembuka cahaya hati kita❓

☑ Tawadhu' 🔀 lakukan amalan dengan Ta'dhim saya kepada Allah 🔁 Ta'dhim adalah beramal semata-mata karena ingin menghamba (ta'abbud) kepada Allah.

☑ Qana'ah 🔀 lakukan amalan dengan hati yang Ridha 🔁 beramal semata-mata karena ingin hidup dekat dengan Allah.

☑ Waro' 🔀 lakukan amalan dengan hati yang Hudlur 🔁 semata-mata ingin mendapat Rahmat Allah
⤴Hati kita hadir dan hanyut bersama Allah
⤴Kesadaran bisa melakukan segala sesuatu karena Rahmat Allah
⤴Kesadaran bahwa apa yang kita lakukan agar mendapatkan Rahmat Allah (setinggi-tingginya amalan)
⤴Dalam kehidupan ini tidak semua yang benar itu tepat, cth: dalam beramal untuk mendapatkan surga (benar)👌 tapi perlu diingat untuk bisa ke surga kita membutuhkan Rahmat Allah..niatkan ketika beramal karena mengharap Rahmat Allah (tepat) 👍
⤴Lakukan segala sesuatu karena Rahmat Allah SWT

☑ Yaqin 🔀 lakukan apapun amalan-amalan dengan hati Yaqin 🔁 semata-mata untuk menunjukkan wujud syukur kepada Allah SWT, cth: ketika menolong orang jangan niatkan karena kasihan (karena itu bukan wujud syukur kita)
⤴Menolong orang sebagai wujud syukur kita kepada Allah
⤴Amalan antara kita dan Allah SWT
⤴Tidak ada rasa kecewa apabila tidak ada balasan apapun dari orang yang kita tolong, karena wujud syukur maka menolongpun bukan menjadi hitungan manusia yang harus terbalaskan oleh manusia. 👆Allah yang akan menghitung dan membalas den can cara-Nya. 💞

⏩Semoga bermanfaat
✨Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang jauh lebih baik dan mampu membuka cahaya hati 💖 kita untuk menapaki kehidupan selanjutnya..Aamiin Allahumma Aamiin




Membangun Keselarasan Karakter dalam Kehidupan

💙Membangun Keselarasan Karakter dalam Kehidupan💙
By Artie Teja

👉 Karakter adalah kunci keberhasilan individual ➡jika aktivitas dan kehidupan seseorang ingin berhasil, maka syarat mutlaknya adalah harus didukung oleh kapasitas karakter yang memadai. 👍

👌 Pendidikan tidak boleh hanya mementingkan kecerdasan otak kiri 📝📏(IQ)/ Headstart tetapi harus lebih mementingkan kecerdasan emosi atau otak kanan 🎨⛺🎼💜 (EI)/Heartstart.

👆Bahkan untuk PAUD hendaknya mendahulukan pendidikan otak kanan ➡ pada saat AUD otak kanan lebih dulu berkembang dibandingkan dengan otak kirinya (Besdone, 2005). 👦👧

🐾🐱🐾🐱🐾🐱🐾🐱🐾🐱🐾🐱🐾🐱🐾

⏳ Pada metode headstart 🔀 Anak ditekankan "harus bisa" sehingga ada kecenderungan anak dipaksa belajar terlalu dini 🔄 membuat anak mudah stres ☑ Karena ada ketidaksesuaian dengan dunia bermain 🎠🎢 dan bereksplorasi 🎨🎭 yang saat itu sedang dialaminya. 👎

⌛Pada metode heart start 🔀 menekankan pentingnya Anak mendapatkan pendidikan karakter (social emotional learning) 🔄 belajar dengan cara yang menyenangkan (joyful learning) ☑ terlibat aktif sebagai subjek bukan menjadi objek (active learning). 👍

🎡🎨🎡🎨🎡🎨🎡🎨🎡🎨🎡🎨🎡🎨🎡

🔐 Resiko yang serius jika PAUD menekankan pada sisi otak kiri semata (berdasarkan data US Department Health and Human Service th 2000) yaitu:
♣Rendahnya rasa percaya diri dan keingintahuan
♣Ketidakmampuan mengontrol diri
♣Rendahnya motivasi
♣Kegagalan bersosialisasi
♣Ketidakmampuan bekerja sama
♣Rendahnya rasa empati Anak

🔘 Kesuksesan seseorang dikemudian hari ternyata justru lebih banyak (80%) ditentukan oleh kecerdasan emosi, sedangkan sisanya (20%) oleh kecerdasan kognitif (IQ) (Goleman, 2005).
🎯🎠🎯🎠🎯🎠🎯🎠🎯🎠🎯🎠🎯🎠🎯

📣Terdapat 13 faktor kunci 🔐 (dari ke 13 faktor ➡ 10 diantaranya adalah kualitas karakter seseorang dan hanya 3 (11-13) yang berkaitan dengan faktor IQ), yaitu:
1. Jujur dan dapat diandalkan
2. Dapat dipercaya dan tepat waktu
3. Dapat menyesuaikan diri
4. Dapat bekerja sama
5. Menerima dan menjalankan kewajiban
6. Mempunyai motivasi kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri
7. Berpikir bahwa dirinya berharga
8. Dapat berkomunikasi dan mendengarkan secara efektif
9. Dapat bekerja mandiri dengan kontrol terbatas
10. Dapat menyelesaikan masalah pribadi dan profesinya
11. Mempunyai kemampuan dasar (kecerdasan) 💻📊📈
12. Dapat membaca dengan pemahaman memadai 📝
13. Mengerti dasar-dasar matematika (berhitung)📏📐

🌟 Secara keseluruhan dampak dari kegagalan pendidikan karakter adalah akan menghancurkan kehidupan Anak, baik saat Anak masih kanak-kanak, maupun kelak saat Anak dewasa. 💔

⚡Bahkan secara kritis, secara akumulasi kegagalan pendidikan, khususnya pendidikan karakter akan meningkatkan dan mempercepat kehancuran suatu bangsa. 🙈🙉🙊

Sumber: Modul Metode Pengembangan Sosial Emosional - Univ Terbuka

Kamis, 19 Mei 2016

Memotivasi Kemandirian Anak

💖 Memotivasi Kemandirian Anak 💖
📝 by: @ArtieTeja-MotiVaMoms

📣Kemandirian ➡ kemampuan untuk mengambil dan menerima konsekuensi yang menyertainya. 💪

🌠Kemandirian ➡ ketika mampu menggunakan pikirannya sendiri dalam mengambil berbagai keputusan. 👣

🌟 Dalam proses kemandirian anak, pengaruh lingkungan sangat berperan.

🔓 Kemandirian juga terkait erat dengan perkembangan kognitif anak ➡ perkembangan kognitif merupakan basil dari pembentukan interaksi antara individual dengan lingkungan.

🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾🌿🌾

🔆🔆Upaya yang dapat dilakykan dalam mengembangkan kemandirian anak (Ratri Sunar Astuti, 2006: 49):
🔅 Dorong/motivasi anak untuk melakukan sendiri kegiatan sehari-hari, exp: mandi, gosok gigi, makan, berpakaian, merawat mainannya, etc.
🔅 Beri kesempatan Anak untuk sesekali mengambil keputusan sendiri, exp: memilih baju yang akan dipakai, memilih bekal, memilih hoby, etc.
🔅 Beri kesempatan Anak untuk bermain sendiri tanpa ditemani sehingga Anak terlatih untuk mengembangkan ide dan berfikir untuk dirinya sendiri.
🔅 Biarkan Anak mengerjakan segala sesuatu sendiri walaupun sering membuat kesalahan.
🔅 Ketika bermain bersama bermainlah sesuai keinginan Anak 〰 Jika anak tergantung pada kita maka beri dorongan untuk berinisiatif dan dukung keputusannya.
🔅 Dorong Anak untuk mengungkapkan perasaan dan idenya.
🔅 Latihlah Anak untuk mensosialisasikan diri, sehingga anak belajar menghadapi problem sosial yang lebih kompleks 〰 Lakukan step by step tanpa paksaan.
🔅 Ajak Anak mengurus rumah tangga, exp: menyiram tanaman, membersihkan meja makan, menyapu, etc.
🔅 Ketika anak mulai memahami konsep waktu, motivasi anak untuk mengatur jadwal pribadinya, exp: jadwal belajar di rumah, kapan waktunya bermain, waktunya makan, mandi, jadwal les, etc.
🔅 Berikan tanggung jawab dan konsekuensinya bila tidak memenuhi tanggung jawabnya 〰 Hal ini akan membantu anak mengembangkan rasa keberartian sekaligus disiplin.
🔅 Kesehatan dan kekuatan berkaitan dengan kemandirian 〰 Penuhi asupan gizi anak dan ajaklah anak untuk berolahraga.

🌈☁🌈☁🌈☁🌈☁🌈☁🌈☁🌈☁

👍 Pengembangan pembiasaan pada anak usia dini merupakan modal awal bagi anak untuk membentuk kemandirian. ⏩Kebiasaan dan konsistensi⏪

👌 Pembiasaan berkaitan dengan keteladanan. ⏩ Orangtua sebagai teladan dalam pembentukan kemandirian⏪

Selasa, 17 Mei 2016

Manajemen Rasa Takut Dalam Diri dan Anak

Manajemen Rasa Takut Dalam Diri dan Anak

1. Ummahat Fillah, tentu pernah melihat anak mengekspresikan rasa takut, atau mengatakan "takut" contohnya kalau sedang mendengar petir.

2. Umumnya orangtua, pendamping atau siapapun didekat anak akan mengatakan " ngga apa2, cuma petir aja, gitu aja kok takut, jangan takut, kamu berani dsb...."
*padahal petir adalah azab yang pernah diturunkan kepada kaum tsamud dan kaum ad

3. Mari kita pelajari dan telaah lebih lanjut, apa itu takut.

4. Takut adalah sifat yang telah Allah karuniakan, sebelum anak anak mengerti atau belajar dari lingkungan, anak anak sudah punya sendiri perasaan cemas dan takut.

5. Inilah karunia Allah yang sudah hadir dalam diri tiap anak, tinggal kita sebagai orangtua yang harus memanajemen rasa takut dalam diri anak, agar sesuai dengan apa yang diinginkan Allah Ta'ala. (Iman)

6. Berfikirlah ke akhirat, Allah telah menciptakan neraka, dalam rangka mengancam bagi yang berpaling dari kebenaran, dan ada ancaman tentu ada perasaan takut dalam diri manusia, bayangkan kalau rasa takut itu hilang, seperti firaun yang kebablasan, atau lihatlah betapa banyak orang diluar sana sangat percaya diri (over PD), LGBT, dan mengabaikan adanya ancaman neraka, dll. Mengabaikan pembalasan baik didunia maupun diakhirat nanti, mengikuti hawa nafsu, jika ada rasa takut yang diinginkan Allah Ta'ala dalam dirinya tentu dia tidak akan berani melakukan kedzaliman dalam dirinya sendiri, naudzubillah.

7. Nah, Ummahat Fillah, manajemenlah rasa takut dalam diri anak dengan menyelipkan dialog iman dalam dirinya, demikian pula untuk diri kita sendiri.

8. Ketika mendengar petir, peluk anak kita, usap kepalanya, kitapun berekpresi seperti anak kita, menunjukkan kitapun merasakan hal yang sama, dan katakan "yuk, nak..kita berdoa pada Allah" lafadzkan doa mendengar petir, berdoa agar dilindungi dari azab Allah, berdoa agar dilindungi Allah dari hal yang buruk. Katakan pada anak bahwa Allah lah yang menguasai apa yang ada dibumi berikut segala kejadiannya, sayangku, untuk itu kita mohon perlindungan kepada yang maha menguasai yakni Allah"

8. Dengan berdoa, kita telah mengajarkan anak kita bahwa ada sesuatu yang bisa kita lakukan yakni berdoa dan meminta kepada Allah, berharap (Roja) dan bergantung kepada Allah.

9. Yuk ummahat filLah, mari kita sama sama belajar lebih banyak lagi agar kita jadi ummi yang tidak keliru dalam memanajemen komunikasi agar sampai kepada misi kita yakni anak terhubung dengan Allah Ta'ala dalam berbagai kondisi... dengan visi yang sesuai dengan yang diinginkan Nya pula.

#bukan untuk pada kondisi anak yang over ketakutan, berlebihan rasa takutnya.

#ummu hazimah yang masih belajar.

Pendidikan Seksual Untuk Anak

👫Pendidikan Seksual Untuk Anak👫
💻By ArtieTeja-MotiVaMoms

👉Pendidikan seksual tidak melulu mengajari anak bagaimana cara berhubungan seksual antara laki-laki dan perempuan.

👉Pendidikan seksual berfungsi untuk menyadarkan anak pada jenis kelaminnya sehingga anak mampu menjaga dan berlaku sesuai dengan jenis kelamin yang dimilikinya.

🌟Pendidikan seksual dibagi dalam beberapa tahap, yaitu:
✔Sesaat setelah lahir hingga anak menginjak pra remaja (sebelum menstruasi/mimpi basah)
✔Ketika anak mengalami masa remaja (sesaat setelah anak mengalami menstruasi/mimpi basah)
✔Ketika dewasa (menjelang pernikahan)

🌹🌷🌻🌹🌷🌻🌹🌷🌻

🔆Metode pembekalan pendidikan seksual:
🔖 Berilah pemahaman tentang seksual terhadap anak berdasarkan nilai agama serta nilai moral sehingga segala sesuatu yang menyangkut seksualitas langsung dikaitkan dengan ajaran agama
🔖 Beri rasa aman terhadap anak dengan adanya komunikasi yang hangat antar anggota keluarga
🔖 Sesuaikan penjelasan mengenai seks dengan usia dan tingkat pemahaman Anak
🔖Batasi penjelasab atau jawaban hanya pada pertanyaan Anak saja, tidak usah terlalu melebar terlalu jauh

🍃🌾🍂🍃🌾🍂🍃🌾🍂

🔓Upaya pendidikan seksual tahap awal:
🔑Berilah nama Anak sesuai dengan jenis kelaminnya
🔑Beri perlakuan sesuai dengan jenis kelamin Anak
🔑Kenalkan bagian tubuh dan fungsinya
🔑Ajari cara membersihkan alat kelamin
🔑Khitan bagi Anak laki-laki
🔑Pahamkan tentang menstruasi atau mimpi basah
🔑Tanamkan rasa malu sedini mungkin
🔑Beri tahu bagian tubuh yang boleh atau tidak boleh disentuh orang lain
🔑Beri tahu jenis sentuhan yang pantas dan tidak pantas
🔑Jangan biasakan disentuh lain jenis
🔑Biasakan untuk menutup aurat
🔑Pisahkan tempat tidur Anak
🔑Ajari minta izin pada waktu-waktu tertentu
🔑Seleksi media yang dikonsumsi Anak
🔑Beri contoh pergaulan antar jenis yang sehat

💐💐💐💐💐💐💐💐💐

⏳Sikap dan perilaku akan tertanam secara efektif apabila orang tua memberi contoh dengan melakukan kebiasaan baik sehari-hari
⌛Orangtua harus konsisten dengan apa yang diajarkan pada anak

Sabtu, 07 Mei 2016

Waktu Berharga Pengasuhan Anak

Sharing for parents 💑

💡 7 tahun pertama (0-7 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai raja. ➡ Zona merah - zona larangan. ⏩ Jangan marah-marah, jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak. Pahamilah bahwa posisi anak yang masih kecil, saat itu yang berkembang otak kanannya.

💡 7 tahun kedua (7-14 tahun):
Perlakukan anakmu sebagai pembantu atau tawanan perang. ➡ Zona kuning - zona hati-hati dan waspada. ⏩ Latih anak-anak mandiri untuk mengurus dirinya sendiri, mencuci piring, pakaian, setrika, dll. Banyak pelajaran berharga dalam kemandirian yang bermanfaat bagi masa depannya.

💡 7 tahun ketiga (14-21 tahun):
Perlakukan anak seperti sahabat. ➡ Zona hijau - sudah boleh jalan. ⏩ Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri. Mereka sudah bisa dilepas sebagai duta keluarga.

💡 7 tahun keempat (21-28 tahun):
Perlakukan sebagai pemimpin. ➡ Zona biru - siap terbang. ⏩ Siapkan anak untuk menikah.
Pada masa anak-anak yang berkembang otak kanannya. Otak kiri berkembang saat usianya menjelang 7 tahun.

👧 Anak perempuan keseimbangan otak kanan dan kirinya lebih cepat.☑
👦 Anak laki-laki lebih lambat. ☑

🚹🚺Keseimbangan otak kanan dan kiri pada anak laki-laki 🚹baru tercapai sempurna di usia 18 tahun, sedangkan anak perempuan 🚺sudah cukup seimbang otak kanan dan kirinya di usia 7 tahun.

⏰ Ampun dah lama bener ya❔❓ Ternyata ada rahasia Allah mengapa diatur seperti itu 🔐

🚹 Laki-laki dipersiapkan untuk jadi pemimpin yang tegas dalam mengambil keputusan. Untuk itu, jiwa kreatifitas dan explorasinya harus berkembang pesat. Sehingga pengalaman itu membuatnya dapat mengambil keputusan dengan tenang dan tepat.💜

🚺Sementara perempuan dipersiapkan untuk jadi pengatur dan manajer yang harus penuh keteraturan dan ketelitian.💖

⏳Untuk memberi intruksi pada anak, gunakan suara Ayah. Karena suaranya bas, empuk dan enak di dengar.👍

⌛Kalau suara Ibu memerintah, cenderung melengking seperti biola salah gesek. Itu bisa merusak sel syaraf otak anak. 250rb sel otak anak rusak ketika dimarahin. 👌

Cerdas Mengelola Konflik dalam Pengasuhan

Jogja, 07 Mei 2016
Taman Pintar Jogja- by Kiki Barkiah

Selasa, 03 Mei 2016

Let's Enjoy Amazing Communication

💖Let's Enjoy Amazing Communication! 💖
Oleh: @ArtieTeja

💘Mendidik adalah mengasuh.
💘Mengasuh adalah berinteraksi dan berkomunikasi.

👎 Gaya komunikasi traditional: memerintah, menakuti, mengancam, menceramahi, menyuruh, berargumentasi, menghakimi, mengalah pads kemampuan Anak, memberi cap, menganalisis, memberikan jaminan, menginterogasi, mengalihkan, membandingkan, menyindir, dan membohongi.

👍 Gaya komunikasi traditional harus segera ditinggalkan. Mengapa?
📌 Karena pesan dengan gaya tersebut tidal akan ampuh dalam mengubah perilaku anak.
📌 Anak menerima pesan tersebut dengan maksud yang berbeda (persepsi negatif).

👌 Mengingat besarnya dampak buruk akibat gaya komunikasi traditional, sudah saatnya ayah dan ibu sebagai orang tua melakukan "Terapi komunikasi" 👇

🎯Terapi komunikasi adalah belajar untuk memperbaiki cara komunikasi diri sendiri, berintrospeksi diri dan berhenti memandang anak sebagai pihak yang salah.

🌼Yuk segera beralih pada "amazing communication" 🌼

💡Open door atau membuka pintu agar komunikasi menjadi lancar.

💡Open door bisa dilakukan dengan menggunakan bahas tubuh yang tepat dan mendengar aktif.

🔑 3hal penting yang sangat berperan dan berpengaruh dalam sebuah komunikasi yaitu verbal, voice dan visual (body language & facial expression).

🔓Cara menyampaikan suatu pesan sangatlah penting dibandingkan isi pesan yang ingin di sampaikan.

🔖Bagaimana teknik mendengar aktif ?
🔈encouragement (mendorong anak untuk terus bicara)
🔈restating (mengulangi inti pembicaraan yang disampaikan Anak)
🔈reflecting (memantulkan perasaan Anak)
🔈summarizing (menyimpulkan isi pembicaraan)

🔖Ingat!! Memantulkan perasaan tidak sama dengan memuji.
🔖Pujian memang dapat meningkatkan rasa percaya diri Anak, namun sebaiknya hindari kata-kata yang berlebihan yg berujung pada kebohongan.

💡Dalam reflecting ayah dan Ibu harus menjadi cermin yang memantulkan perasaan Anak sehingga tidak terdorong untuk membohongi Anak atau memujinya secara berlebihan.

💟"Kenali dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu"💟

🔑 Den can menjadi cermin yang memantulkan perasaan Anak, ayah dan Ibu telah melatih Anak untuk mengenali dirinya sendiri, termasuk segala kekurangan dan kelebihan dirinya.

🔑 Saat Anak mampu mengenali kekurangannya secara proposional, ia akan berusaha untuk mencari jalan keluarnya sendiri dan termotivasi untuk menjadi lebih baik.

💡Anak akan menerima dirinya dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan dan saat itulah, ia mengenal Tuhannya.

💘Anak-Anak seperti halnya ayah dan ibu, butuh didengar dan dipahami perasaannya. Oleh karena itu, sebaiknya ayah dan Ibu menahan diri untuk tidak berkhotbah (ceramah). 😷

🔓Terkadang, mendengar jauh lebih efektif daripada bicara berbusa-busa.
🔓Upaya ayah dan Ibu mengidentifikasi perasaan Anak akan melatihnya mengenali perasaan sendiri.
🔓Anak akan mampu menemukan masalahnya yang sesungguhnya dan tidak mencampuradukkan dengan perasannya.

Sumber: ringkasan buku "Bicara Bahasa Anak"