Jumat, 20 November 2015

Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini



Perkembangan bahasa  adalah pencapaian manusia yang sangat menakjubkan selama masa kanak-kanak. Perkembangan persepsi dan kognitif anak memungkinkan anak memembedakan suara  dan memahami arti kata pada usia 12 bulan. Pada usia 6 tahun anak usia dini sudah terampil berbicara  dengan perbendaharaan kata yang banyak lebih kurang 10.000 kata . Mereka mampu berbicara dengan kalimat yang tersusun dengan baik.
Orangtua sangat berperan dalam perkembangan bahasa anak. Dengan berinteraksi dengan orang dewasa yang menyediakan kegiatan yang dapat menjembatani perbedaan antara pemahaman orang dewasa dan pemahaman anak-anak. Kegiatan-kegiatan bermain bersama setiap hari  di mana anak mempelajari ketrampilan-ketrampilan, pengetahuan, dan nilai-nilai yang penting di dalam budaya .
Perkembangan bahasa pada masa bayi dan perlakuan orang tua atau pengasuh mempengaruhi perkembangan kebahasaan dan kesiapan anak membaca. Oleh karena itu orangtua harus memberikan rangsangan yang memadai agar anak memperoleh bahasa yang sesuai dengan usia dan meningkatkan rasa percaya diri anak.
1.      Tahap Perkembangan Bahasa Anak.
Menurut Lester dan Boukydis dalam Papalia et al perkembangan bahasa anak adalah sebagai berikut :
a.      Menangis.
Bayi mengeluarkan suara tangisan ketika merasa tidak nyaman dan menginginkan sesuatu. Bentuk komunikasi awal ini bersifat universal. Anak anak yang sehat mengalami perkembangan bahasa yang baik yang pada akhirnya memberi sumbangan bagi ketrampilan berbahasanya pada tahun-tahun kehidupan berikutnya.
b.      Mendengkut ( cooing ).
Saat bayi berumur 6 minggu – 1  bulan bayi akan mendengkut atau tertawa pada saat senang.
c.       Mengoceh ( Babbling ).
Sejak usia 6 bulan – 10 bulan bayi mulai mengeluarkan suara konsonan yang belum mengandung arti seperti ma-ma-ma-ma.
d.      Mengucapkan satu kata .
Ketika anak berusia 10-12 bukan mereka sudah mampu mengucapkan satu kata yang mewakili satu ide. Misalnya anak mengatakan :” Minum.” Hal ini berarti anak ingin menyampaikan bahwa dia ingin minum.
e.      Berbicara kalimat sederhana.
Anak mampu mengucapkan satu kalimat sederhana yang sudah mengandung subyek, predikat pada usia 18-24 bulan..
2.      Hal-hal yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa pada Anak.
Papalia et al menyebutkan ada beberapa faktor  yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Beberapa hal itu adalah :
a.      Kematangan otak.
Selama awal-awal tahun kehidupan anak, otak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan ini sangat berkaitan dengan perkembangan bahasa. Proses linguistik adalah proses yang rumit dan melibatkan berbagai komponen di otak. Bagaimana proses linguistik ini diatur oleh otak sangat tergantung pada pengalaman anak selama proses kematangan otak.
b.      Peran orangtua dan pengasuh.
Bahasa adalah kegiatan sosial. Orangtua dan pengasuh memainkan peran yang penting pada setiap tahap perkembangan bahasa anak. Pada saat tahapan mengoceh,orangtua membantu bayi untuk dapat berbicara secara jelas dengan cara  mengulang-ngulang bunyi yang bayi ucapkan. Orangtua yang menitu ocehan bayi mengajarkan aspek sosial bahasa kepada bayi bahwa percakapann itu harus bergiliran. Bayi memahami aturan ini pada saat usia 7 – 8 bulan.
c.       Kesempatan mengembangkan ketrampilan berbicara.
Untuk mengembangkan ketrampilan berbicara anak harus  diberi kesempatan untuk bercerita. Anak diminta untuk menceritakan pengalamannya,misalnya : ”Dini, apa yang kamu lakukan selama liburan?” Pada saat anak diberi kesempatan bercerita anak memiliki konteks untuk kepada mereka untuk berlatih berbicara. Pelatihan dapat meningkatkan kemampuan anak untuk berbicara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar