Minggu, 08 November 2015

Konsep DAP (Development Approriate Practice)



Konsep DAP (Development Approriate Practice) pertama kali dimunculkan oleh The National Association for the Education of Young Children (NAEYC) yang menekankan pentingnya memahami bagaimana anak berkembang dan belajar. Munculnya konsep DAP diawali dengan adanya kecenderungan peningkatan kegiatan belajar (pembelajaran) secara formal dalam program pendidikan anak usia dini (PAUD), yaitu TK dan Raudatul Athfal (RA). DAP semakin terasa penting untuk dipahami dengan berkembangnya di tengah masyarakat lembaga pendidikan anak usia dini di jalur non formal, seperti kelompok bermain, taman penitipan anak, atau satuan PAUD sejenis.
Pelaksanaan pembelajaran saat ini lebih cenderung berfokus pada kegaiatan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung. Kegiatan belajar lebih menekankan pada keterampilan akademik mengabaikan kegiatan bermain sebagaimana tuntutan perkembangan anak. Getwitcki mengatakan bahwa DAP bukan kurikulum, bukan merupakan suatu standar yang kaku yang menentukan bagaimana praktik atau melaksanakan PAUD, melainkan DAP merupakan suatu kerangka berpikir atau framework, suatu filosofi, atau suatu pendekatan yang menunjukkan cara bekerja sama dengan anak-anak. DAP sebagai filosofi berkaitan dengan cara pandang terhadap anak-anak. DAP sebagai pendekatan menjadi alat yang dapat digunakan, bagaimana cara memperlakukan anak-anak dalam kegiatan belajar di PAUD.
DAP sebagai kerangka kerja berisi rambu-rambu berkenaan dengan pelaksanaan kegiatan belajar di PAUD. Menurut Sue Bredekemp, konsep DAP memiliki dua dimensi, yaitu age approriateness dan individual approriateness.
Age approriateness merupakan perkembangan manusia yang berdasarkan hasil penelitian bersifat universal yang memiliki urutan pertumbuhan dan perkembangan yang dapat diperkirakan yang terjadi pada anak selama delapan tahun awal kehidupan manusia. Age approriateness menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada anak yang dapat diperkirakan dan berlangsung pada aspek perkembangan kognitif, bahasa, fisik, seni, emosional, sosial, dan spiritual.
Individual appropriateness adalah setiap anak merupakan pribadi yang unik dengan pola dan waktu pertumbuhan individual seperti kepribadian individual, gaya belajar, dan latar belakang keluarga. DAP merupakan pendidikan anak usia dini yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak yang memperhatikan minat dan kebutuhan setiap anak dengan memberikan pengalaman yang bermakna kepada anak, sehingga dalam proses belajar dapat sesuai dengan perkembangan anak dengan memperhatikan beberapa komponen dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar