Jumat, 20 November 2015

Karakteristik Perkembangan Personal dan Emosional Anak Usia Dini



Reaksi emosi anak dan orang dewasa sangatlah berbeda hal ini disebabkan oleh kematangan dan belajar, semakin baik kematangan dan proses belajar seseorang maka reaksi emosinya akan semakin stabil. Semakin emosi anak berkembang menuju kematangan anak akan belajar mengontrol diri dan memperlihatkan emosi dengan cara yang dapat diterima lingkungan. Ciri utama reaksi emosi pada anak, meliputi:
1.  Reaksi emosi anak sangat kuat, anak akan memperlihatkan reaksi emosi yang kuat dalam menghadapi setiap peristiwa karena semua peristiwa adalah menarik dan menakjubkan.
2.  Reaksi emosi sering kali muncul pada setiap peristiwa dengan cara yang diinginkan, anak tiba-tiba menangis dengan sebab yang tidak jelas tetapi anak memang menginginkannya.
3.  Reaksi emosi anak mudah berubah dari satu kondisi ke kondisi lain, reaksi emosi anak mudah teralihkan dan mudah terganti. Misal anak akan berhenti menangis ketika menemukan mainan.
4.  Reaksi emosi bersifat individual, ketika anak-anak mengalami peristiwa  sama yang menstimulasi emosi, maka reaksi setiap anak-anak akan berbeda.
5.  Keadaan emosi anak dapat dikenali melalui gejala tingkah laku yang ditampilkan, anak lebih mudah mengekspresikan emosi melalui sikap dan perilaku dari pada mengungkapkan secara verbal.
Bentuk reaksi emosi yang dimiliki anak usia 0-2 bulan hanya mengenal rasa senang dan tidak senang yang ditampilkan dalam reaksi emosi menangis. Bentuk emosi umum terjadi pada awal masa kanak-kanak. Adapun bentuk reaksi emosi pada anak, meliputi:
1.  Cinta kasih
Anak usia dini pada umumnya membutuhkan rasa cinta kasih sebagai pengaruh penting dengan perkembangan emosi anak, ciri dari pengaruh cinta kasih anak terhadap perkembangan personal dan emosional anak, yaitu anak yang dibesarkan dengan kasih sayang yang lengkap dalam keluarganya berbeda dangan anak yang tumbuh kembangnya kurang perhatian atau cinta kasih. Cinta kasih merupakan emosi positif pada awal masa kanak-kanak. Anak-anak yang mendapatkan cinta kasih akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat untuk masa depannya. Anak usia dini mengekspresikan cinta kasih dengan belajar menyayangi orang lain, binatang, tumbuhan dan lingkungan.
2.  Gembira.
Gembira merupakan reaksi emosi anak yang timbul jika keinginan anak terpenuhi atau merasa puas tentang apa yang anak dapatkan. Rasa gembira bisa berbentuk kepuasan hati dan lebih ekspresive seperti tersenyum, tertawa, dan bersorak. Perasaan yang menyenangkan dapat membuat anak merasa perhatian dan kasih sayang sehingga anak merasa percaya diri.
3.  Marah
Marah merupakan reaksi terhadap sikap frustasi, sakit hati, dan merasa terancam. Rasa marah anak akan timbul ketika apa yang anak ingin lakukan terhambat atau tidak mendapat apa yang dia mau. Hal ini akan diekspresikan anak dengan cara menangis, menjerit, memukul, dll. Menurut Hurlock reaksi marah dibedakan menjadi dua yaitu marah yang impulsif dan marah yang terhambat. Marah yang impulsif biasa yang disebut dengan agresi, sedangkan pada anak-anak sering disebut dengan temper tantrum. Pada anak yang sedang mengalami temper tantrum melampiaskan kemarahan dengan cara memukul, menggigit, menendang dan mendorong orang lain. Anak-anak yang mengalami marah yang terhambat cenderung bereaksi dengan menarik diri, melarikan diri dari orang lain.
4.  Takut
Takut merupakan bentuk emosi yang menunjukkan adanya bahaya dan menuntun individu untuk bergerak atau bertindak. Reaksi takut pada bayi dan anak-anak berupa rasa tidak berdaya dan semakin meningkatnya usia reaksi rasa takut berubah karena adanya tekanan sosial. Penyebab rasa takut pada anak biasanya diakibatkan oleh rangsangan berupa suara keras, pengalaman menghadapi orang asing, lingkungan baru, interaksi sosial, dan merasa terancam oleh orang lain. Pada periode awal anak, rasa takut timbul disaat dirinya terancam dan anak akan bereaksi melakukan gerakan motorik, seperti berlari. Pada periode akhir anak, rasa takut timbul akibat fantasi yang dibentuk oleh anak itu sendiri yang menyebabkan harga diri anak merasa terancam oleh lingkungan.
5.  Sedih
Anak akan merasa sedih jika anak merasa kehilangan sesuatu yang dia sayang, perasaan terasing, ditinggalkan, ditolak dan tidak diperhatikan. Pada anak-anak reaksi sedih biasanya ditunjukkan dengan menangis. Perasaan sedih merupakan emosi negatif.
6.  Iri Hati
Iri hati pada anak muncul ketika anak merasa tidak memperoleh perhatian yang diharapkan sebagaimana yang diperoleh teman atau orang lain. Anak merasa iri hati ketika anak merasakan dibandingan atau perhatian orang tuanya terbagi dengan anak lain. Hal ini sering terjadi ketika anak menpunyai adik.
7.  Ingin Tahu.
Rasa ingin tahu merupakan perilaku khas anak pra-sekolah. Anak menganggap dunia ini sangat unik dan menarik untuk dieksplorasi sehingga anak ingin mengetahui objek lebih dalam seperti: binatang, tumbuhan, alam dan sebagainya.
8.  Cemas
Rasa cemas merupakan kondisi yang tidak menyenangkan karena anak dapat merasakan hal buruk yang akan terjadi. Anak akan merasa cemas ketika anak merasa tidak nyaman terhadap lingkungan maupun orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar