Sabtu, 07 November 2015

3 Kunci Merangsang Zona Otak


Kompleksitas otak merupakan kekuatan mengatur dan mencari solusi atas kelemahan diri dalam kehidupan sehari-hari, sepertoi saat kita tidak dapat menyampaikan hal yang ingin kita katakana sehari-hari, seperti sering bingung di jalan, lupa nama seseorang, dll.
Jika kita ingin otak berkembang dengan baik, selalu berusaha positif dan percaya pada potensi otak dengan berusaha meningkatkan kompleksitas otak.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan untuk melatih otak agar mendapatkan manfaat yang sempurna, yaitu:
  1. Memperbaiki kebiasaan sehari-hari. Berpikir sebelum melakukan sesuatu dan melakukan berbagai upaya untuk menjalani hidup. Hal yang paling utama adalah merangsang zona otak dengan cara mengubah kebiasaan hidup kita sehari-hari sedikit demi sedikit. Mengubah kebiasaan hidup tak saja dapat mengubah sudut pandang yang selama ini kita ketahui tetapi juga dapat menjadi alat untuk mengetahui kondisi otak dan merupakan salat satu cara baru menggali potensi otak. Memperbaiki otak sebenarnya tidak memerlukan persiapan dan alat yang khusus. Perbaikan otak dapat dilakukan hanya dengan mengubah kebiasaan hidup sehari-hari, serta merangsang zona otak yang selama ini jarang digunakan. 
  2. Mengenal kebiasaan otak. Ada dua jenis kebiasaan otak yaitu kebiasaan yang dimiliki kebanyakan orang dan kebiasaan khusus yang dimiliki oleh masing-masing. Nerkenaan dengan kebiasaan yang dimiliki kebanyakan orang, ada empat ciri khas otak yaitu sifat “senang saat dipuji”, kemudahan penyampaian suatu hal dengan menyebutkan angka-angka, menentukan tenggat atau batas waktu (menentukan tenggat dapat meningkatkan kemampuan otak untuk berpikir), dan berusaha meningkatkan kinerja otak saat kita tidur. Meluangkan waktu sejenak untuk tidur akan mempertajam otak dan dapat meningkatkan fungsi otak. Dalam hal kebiasaan yang bergantung pada masing-masing orang kita dapat berpikir tentang pola pikir yang dimiliki seseorang. Otak dipengaruhi oleh rasa suka dan benci. Merubah segala yang dibenci dengan segala sesuatu yang di suka. Menanamkan kebiasaan baru dan mengetahui kebiasaan otak sendiri dengan baik. 
  3. Merancang konsep-konsep pemikiran. Kebanyakan orang sudah memiliki konsep “yang harus dilakukan” dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun kita memiliki pikiran “yang saya inginkan”, kenyataannya keinginan tersebut tidak dapat dilakukan karena terlalu banyak hal lain yang harus dilakukan pula. Pada akhirnya kita hanya melakukan aktivitas yang sudah menjadi suatu “keharusan”, sehingga terjadi kondisi pasif akibat perbedaan antara “keinginan” dan “apa yang diperintahkan/apa yang harus dilakukan”. Kondisi pasif seperti itu disebut dengan istilah “berpikir (berdasarkan) perintah” lawannya adalah kondisi aktif yang disebut dengan “berpikir (berdasarkan) keinginan”. Mengubah “berpikir (berdasarkan) perintah” menjadi “berpikir (berdasarkan) keinginan” sangatlah penting untuk melatih otak. Satu hal yang harus ditanamkan adalah pentingnya mengakses informasi secara independen. Konsep “berpikir (berdasarkan) perintah” tidak memiliki manfaat apa pun karena pelatihan otak yang tepat adalah kegiatan yang seharusnya dilakukan dengan maksud dan tujuan yang jelas. Zona otak yang sering digunakan akan menjadi konsep “berpikir (berdasarkan) keinginan” secara alami. Sementara, zona otak yang masih tertidur atau jarang dipakai berpotensi menjadi konsep “berpikir (berdasarkan) perintah”.
3 cara melatih otak tersebut merupakan pintu masuk menuju “perubahan pemikiran”. Jika berhasil mengubahnya, kita akan lebih mampu menghadapi kenyataan hidup secara positif dan lebih percaya diri, berbeda debgab diri kita yang selama ini hanya pasif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar