Selasa, 14 Juni 2016

Pendidikan Waldorf

🎭Pendidikan Waldorf🎨
📝 @ArtieTeja

Iih..gatel pokoknya pengen nulis hasil pengamatan (formil banget ya...) hari ini tentang bagaimana pendidikan Waldorf berjalan..dan benar-benar berjalan di kota gudeg ini..👍

Berada di sebuah kampung di dalam desa yang masih asri berdiri sebuah tempat bermain (biasa kita sebut PG-TK) dengan metode Waldorf.

✨ Kita pahamkan dulu apa itu Pendidikan Waldorf ❓

👉 Waldorf adalah sebuah model pembelajaran yang berasal dari Eropa dimana tujuannya untuk meningkatkan lingkungan pembelajaran yang sehat, tidak tergesa-gesa, sesuai dengan perkembangan bagi anak-anak ➡ pendidikan dengan pendekatan holistik, dalam prose's belajarnya menekankan kepada rasa nyaman, keindahan, eksplorasi dan kegiatan yang menyenangkan.

☑ Rudolf Steiner adalah penggagas Sekolah Waldorf, beliau mempunyai pandangan yang bersumber dari perpaduan jiwa seorang humanis dan ilmuwan 🔀 Steiner berpendapat bahwa anak berkembang melalui pengalaman dan proses berpikir 🔁 Perkembangan diri anak adalah perkembangan kesadaran.

🌠 Anak perlu banyak berhubungan dengan lingkungannya dan mengekplorasi lingkungan untuk memperoleh suatu pemahaman 🔄 pembelajaran perlu dilakukan dengan menggunakan media yang berkaitan dengan lingkungan.

🔘 Steiner menciptakan teorinya sendiri tentang perkembangan anak yaitu siklus selama 7tahun yang menggabungkan perkembangan fisik dan spiritual 🔀 pada 7 tahun pertama kehidupan anak-anak terfokus pada raga fisik mereka.

🌟 Konsep "kemauan" melalui permainan inisiatif ➡ periode golden age adalah eksplorasi dan khayalan (pendidikan formal tidaklah sesuai).

⏩ Kurikulum sekolah Waldorf berisi permainan, imajinasi, dongeng, fable, kegiatan seni, pekerjaan "sesunghuhnya" exp: memasak, tari, kesadaran akan Alan, dll 🔄 semua kegiatan tidak bersifat akademik, tetapi terapan 🔀 mampu mengembangkan aspek sosial, emotional, spiritual, moral, fisik, dan kecerdasan setiap Anak. 👌

🔐 Pendidikan Waldorf memberikan pendidikan secara utuh, tidak hanya kepada pengembangan "head" saja tetapi didasari atas pemahaman yang dalam terhadap perk me bang an individu, kepada kebutuhan anak yang sedang berkembang 🔄 waldorf menyulap pendidikan menjadi suatu seni yang mendidik Anak secara utuh "heart and the hands, as well as the head" 🔀 seni adalah yang kita ciptakan dengan hati, fikiran, indera dan tangan kita.

Sekilas ketika melihat tempatnya tampak tidak menarik tetapi setelah masuk dan "kepo" tentang program sekolah, kita sebagai orangtua apalagi orangtua yang paham perkembangan Anak pastilah akan sangat tertarik dengan metode yang mereka gunakan.

Anak-anak bebas berekspresi layaknya di Rumah sendiri..tidak ada tekanan akademik bahkan permainan yang mereka miliki semua hasil karya pendidik. Yang uniknya lagi tidak ada satupun permainan dengan label huruf A,B,C,dst..bahkan angka 1,2,3,dst pun tidak tampak di semua ruangan..Anak-anak belajar secara alami, berhitung melalui pengalaman nyata, mengenal konsep kata juga melalui pengalaman nyata. Satu hal lagi meerkats tidak pernah mengajarkan "kompetisi",  mereka mengajarkan anak-anak menghormati hasil karya setiap anak. No bullying! No judgment!

MasyaAllah, betapa bahagianya masa golden age mereka..💖💗

Tidak tertarikkah kita membuat anak-anak kita berkembang sesuai dengan perkembangannya? Biarkan mereka belajar melalui bermain secara alami?





3 komentar: