Minggu, 19 Juni 2016

Cerita Ramadhan 15

✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨🌟✨

Selalu ada hikmah di setiap langkah, seperti hari ini bertemu seorang ibu di tempat Rasya berkegiatan di bulan Ramadhan. Di sebuah Masjid di kota Jogja..pertemuan yang tidak di sengaja, perbincangan yang mengalir begitu saja dan selalu perbincangan menjadi sebuah curhatan..Apa mungkin wajahku cocok jadi buku diaryπŸ“š..hehehe..(maklum tiap ketemu orang baru selalu saja berakhir dengan curhat colongan).

Bermula dari ngobrolin anaknya mau masuk SD sampai keluhan anaknya hiperaktif dan berakhir pada pengalaman masalalu si Ibu.

πŸŒΏπŸƒπŸŒΏπŸƒπŸŒΏπŸƒπŸŒΏπŸƒπŸŒΏπŸƒπŸŒΏπŸƒπŸŒΏπŸƒπŸŒΏπŸƒπŸŒΏ

Beliau ibu yang sangat sederhana, punya mimpi luar biasa untuk anaknya. Rela naik mengayuh sepeda kemana-mana untuk mewujudkan mimpi (sementara saja menyebutkan itu mimpi ibu-nya, karena anaknya belum cukup paham dengan mimpinya). Sebut saja dek BagusπŸ‘¦, anak yang sekilas dilihat memang hyperaktif tetapi memang si anak punya bakat yang memang diarahkan oleh si Ibu sejak kecil. Sudah mengikuti beberapa kali MTQ, belajar jadi hafidz Qur’an, dan satu lagi mimpi si Ibu menjadikannya peserta dalam olimpiade (itu masih mimpi dikemudian hari, sekarang anaknya baru mau masuk SD jd belum ada olimpiade pastinya). MasyaAllah..dengan segala keterbatasan ekonomi dan ke-ABK-an (Anak Berkebutuhan Khusus) si anak tapi beliau punya semangat luar biasa.πŸ‘

Berlanjut deh si ibu bercerita kenapa beliau berusaha mendampingi dan membimbing anak dengan begitu gigih, yup karena pengalaman masa lalu yang buruk..Beliau merasa rapuh karena masa lalu, beliau berusaha membuat anaknya lebih baik darinya. Masalalu yang menurut saya memang berat, bisa dikata lebih berat dari masalalu saya (padahal saya aja udah ngerasa masalalu saya begitu berat sampai kadang membuat sy menjadi pribadi yang lain) ternyata Allah menguatkan saya dengan cerita hari ini..Pasti nggak pernah kebayang buat kalian yang hidupnya selalu mulus-mulus saja. Si ibu sudah tidak dapat peran Ayah sejak balita (Ayahnya pergi entah kemana) dan masa kecil di tinggal Ibu bekerja di Arab, beliau harus tinggal berdua dengan adik laki-laki dengan segala keterbatasan. Harus berjuang sendiri sampai dewasa, tidak dapat pengasuhan kedua orangtua, tentu dampaknya luar biasa. Psikis terguncang, labil, dan mudah rapuh, bahkan saat ngobrol saja bisa terlihat kalau si Ibu punya ketakutan-ketakutan dan cenderung pesimis. Dan bisa di lihat juga kenapa dek Bagus sampai hiperaktif, ya..pengaruh masa kehamilan yang berat juga..O iya si Ibu sampai bilang "coba dulu sempet melawan arus mungkin tidak akan serapuh ini", Bisa juga sie Bu..Alhamdulillah satu yang saya syukuri bahwa saya sempat melewati masa remaja yang “bebas tanpa batas” dan justru masa-masa itulah yang akhirnya menyadarkan saya dan menjadikan saya pribadi yang lebih baik dan lebih kuat. πŸ’ͺ

🌻🌸🌻🌸🌻🌸🌻🌸🌻🌸🌻🌸🌻🌸🌻🌸🌻

☑Finally..hikmah dari hidup Beliau..kita yang kemana-mana dimudahkan tanpa mengayuh sepeda saja masih suka ngeluh, masih suka bermalas-malasan, masih tidak bisa bersyukur..Kita yang punya anak normal masih suka melihat kekurangan anak-anak kita, masih suka marah membabi buta, masih saja kurang bersyukur..Kalian (Kenapa saja bilang “kalian” karena saya punya masalalu yang tidak jauh berbeda dengan si Ibu), Kalian yang punya masa kecil lebih bahagia kenapa kalian masih menjadi pribadi yang rapuh, bahkan pribadi yang tidak pernah bisa bersyukur, mengeluhkan terus kehidupan kalian..πŸ‘Ž

πŸ“£Hello‼ Wake up…Sudah saatnya buka mataπŸ‘€, buka hatiπŸ’–..Berhenti mengeluh dengan segala kelebihan yang kalian punya..Ingat❗ masih banyak orang yang jauh di bawah kemampuan kalian..🌟

Tidak ada komentar:

Posting Komentar