Selasa, 03 Mei 2016

Let's Enjoy Amazing Communication

💖Let's Enjoy Amazing Communication! 💖
Oleh: @ArtieTeja

💘Mendidik adalah mengasuh.
💘Mengasuh adalah berinteraksi dan berkomunikasi.

👎 Gaya komunikasi traditional: memerintah, menakuti, mengancam, menceramahi, menyuruh, berargumentasi, menghakimi, mengalah pads kemampuan Anak, memberi cap, menganalisis, memberikan jaminan, menginterogasi, mengalihkan, membandingkan, menyindir, dan membohongi.

👍 Gaya komunikasi traditional harus segera ditinggalkan. Mengapa?
📌 Karena pesan dengan gaya tersebut tidal akan ampuh dalam mengubah perilaku anak.
📌 Anak menerima pesan tersebut dengan maksud yang berbeda (persepsi negatif).

👌 Mengingat besarnya dampak buruk akibat gaya komunikasi traditional, sudah saatnya ayah dan ibu sebagai orang tua melakukan "Terapi komunikasi" 👇

🎯Terapi komunikasi adalah belajar untuk memperbaiki cara komunikasi diri sendiri, berintrospeksi diri dan berhenti memandang anak sebagai pihak yang salah.

🌼Yuk segera beralih pada "amazing communication" 🌼

💡Open door atau membuka pintu agar komunikasi menjadi lancar.

💡Open door bisa dilakukan dengan menggunakan bahas tubuh yang tepat dan mendengar aktif.

🔑 3hal penting yang sangat berperan dan berpengaruh dalam sebuah komunikasi yaitu verbal, voice dan visual (body language & facial expression).

🔓Cara menyampaikan suatu pesan sangatlah penting dibandingkan isi pesan yang ingin di sampaikan.

🔖Bagaimana teknik mendengar aktif ?
🔈encouragement (mendorong anak untuk terus bicara)
🔈restating (mengulangi inti pembicaraan yang disampaikan Anak)
🔈reflecting (memantulkan perasaan Anak)
🔈summarizing (menyimpulkan isi pembicaraan)

🔖Ingat!! Memantulkan perasaan tidak sama dengan memuji.
🔖Pujian memang dapat meningkatkan rasa percaya diri Anak, namun sebaiknya hindari kata-kata yang berlebihan yg berujung pada kebohongan.

💡Dalam reflecting ayah dan Ibu harus menjadi cermin yang memantulkan perasaan Anak sehingga tidak terdorong untuk membohongi Anak atau memujinya secara berlebihan.

💟"Kenali dirimu, maka kau akan mengenal Tuhanmu"💟

🔑 Den can menjadi cermin yang memantulkan perasaan Anak, ayah dan Ibu telah melatih Anak untuk mengenali dirinya sendiri, termasuk segala kekurangan dan kelebihan dirinya.

🔑 Saat Anak mampu mengenali kekurangannya secara proposional, ia akan berusaha untuk mencari jalan keluarnya sendiri dan termotivasi untuk menjadi lebih baik.

💡Anak akan menerima dirinya dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan dan saat itulah, ia mengenal Tuhannya.

💘Anak-Anak seperti halnya ayah dan ibu, butuh didengar dan dipahami perasaannya. Oleh karena itu, sebaiknya ayah dan Ibu menahan diri untuk tidak berkhotbah (ceramah). 😷

🔓Terkadang, mendengar jauh lebih efektif daripada bicara berbusa-busa.
🔓Upaya ayah dan Ibu mengidentifikasi perasaan Anak akan melatihnya mengenali perasaan sendiri.
🔓Anak akan mampu menemukan masalahnya yang sesungguhnya dan tidak mencampuradukkan dengan perasannya.

Sumber: ringkasan buku "Bicara Bahasa Anak"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar