Senin, 22 Januari 2018

Bagaimana Menjadi Orangtua Yang Bijak Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak

📢 Dr. Hamidah Binti Sulaiman
(Faculty of Educatio, University of Malaya)
📝 @ArtieTeja-STPI Bina Insan Mulia
🏡 Public Lecture  FTIK UIN Sunan Kalijaga

"Bagaimana Menjadi Orang Tua Yang Bijak Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak"

🔸Teknologi merubah segalanya, mempengaruhi kehidupan. Dunia menjadi sempit.
🔸Anak-anak lebih pintar menggunakan smartphone.
🔸Sebelum anak-anak kecanduan hp, orangtua punya peran penting. Orangtua adalah pendidik utama.

🍃Baumrind (1991), teori mendidik/mengasuh anak:
1. *Authorritative*
Anak-anak boleh membuat pilihan dengan panduan orangtua.
2. *Authorritarian*
Keputusan semua ada pada orangtua.
3. *Permisive*
Gaya asuhan orangtua menyerahkan semua kepada anak,  bebas melakukan apapun.

🌸Penelitian mengatakan pola asuh authorritative membuat anak lebih cerdas.
🌸Ketiga pola asuh bisa dilakukan disesuaikan dengan usia anak.

🍂Metode Rasulullah medidik anak:
*0-6th*
Perlakukan anak sebagai raja,  ajak bermain bersama.
*7-14th*
Orangtua sebagai guru dan anak sebagai murid. Penuh dengan bimbingan/petunjuk.
*15-21th*
Perlakukan anak sebagai sahabat. Menurut Eric Ericson, masuk tahap ke 5 yaitu remaja mencari jati diri.

*QS.  Lukman: 13*
".......dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya,  semasa dia memberi nasihat kepadanya...... wahai anak ku"

Mendidik menggunakan bahasa yang lemah lembut.

💧Strategi sebagai pondasi hidup sesuai QS. Lukman,  yaitu:
🌀*Aqidah (Faith)*
antara nasihat dan sikap baik yang dilakukan Lukman ialah mengajar anaknya membentuk hubungan dengan Allah, larang syirik kepada Allah,  kepercayaan kepada gari akhirat.
🌀*Ibadah (worship)*
Pendidikan anak menekankan anak-anak mendirikan shalat dan membuat ma'ruf serta menininggalkan yang mungkar.
🌀*Amal Ma'ruf Nahi Munkar (inviting goodness)*
Ajarkan anak-anak untuk beramal ma'ruf dan meninggalkan yang munkar
🌀*Menghormati Orangtua (respecting the parents)*
Anak-anak bertanggung jawab untuk berbakti terhadap kedua Ibu Bapak,  taat kepada perintah keduanya selagi tidak bercanggah dengan perintah Allah SWT.
🌀*Menjauhi Kesombongan (be humble,  polite,  dan unpretentious)*
- Lukman menasihati anaknya agar menjauhi sifat sombong dan takabur,  anak-anaknya perlu dibimbing tingkah laku dan sifat ego mereka agar mereka memiliki pribadi yang mulia.
- Sifat sombong tidak hanya dari perkataan saja,  sifat sombong lainnya yaitu: memalingkan muka ketika bertemu sesama,  memuji diri sendiri,  berjalan dengan angkuh dan gaya yang angkuh serta menghina orang lain.
🌀*Sederhana dalam Bergaul dan Bersikap*
- Mengutamakan sifat kesederhanaan dalam jiwa anak-anak,  khususnya yang berkaitan hub antara sesama insan.
- Sederhana dalam berjalan dan merendahkan nada suara dalam berkata-kata.
- Mendidik anak-anak dalam suasana kasih sayang dan kemesraan.

👾 The definition of Emotional Intelligence:
- Kecerdasan emosi didefinisikan sebagai sejenis kecerdasan sosial yang bertanggungjawab untuk mengawal pelbagai emosi,  mendiskripsikan emosi tersebut dan menggunakan maklumat untuk mengawal pemikiran dan tindakan.
- Kecerdasan emosi juga merupakan kombinasi antara kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal.

➡ Tokoh Islam pelopor kecerdasan emosional adalah *Ibnu Qaldun*

🔋The emotional intelligence could be invided into:
🔸Intrapersonal scale: (1) self regard,  (2) emotional self awareness,  (3) assertiveness,  (4) independence, (5) self actualization.
🔸Interpersonal scale: (1) emphaty,  (2) social responsibility,  (3) interpersonal relationship.

💡Kecerdasan emosi akan terus berkembang sampai akhir hayat. Hubungan antara otak dan hati.
💡Kecerdasan emosi sangat berpengaruh dalam kehidupan.
💡Kecerdasan emosi didefinisikan sebagai sejenis kecerdasan sosial yang bertanggungjawab untuk mengawal pelbagai emosi,  mendiskripsikan emosi.

🌷Meningkatkan kecerdasan emosi: belaian kasih sayang, bonding,  attachement.
🌷Pepatah Malaysia: Tangan yang menggoncang buai, kelak anak yang dalam buaian akan menggoncang dunia.

Sabtu, 13 Januari 2018

Mengajarkan Digital Literacy pada Anak

📢 Ganjar Widhiyoga, Ph. D
📝 @ArtieTeja
🏡 Seminar Nasional by STPI Bina Insan Mulia, 14012018

Mengajarkan Digital Literacy pada Anak

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat membuat proses produksi alat-alat elektronik yang kita kenal sebagai *"gawai" (gadged)*.  Bahkan mempengaruhi pola interaksi dalam pendidikan,  keluarga,  sosial,  dan khususnya pada kehidupan anak. 

Kita perlu mempertanyakab bagaimaba mendidik anak-anak untuk lebih bertanggung jawab dalam menggunakan gawainya.

Pendidikan sangat penting karena gawau tidak hanya membawa manfaat positif melainkan juga membawa imbas negatif pada anak-anak.

Bagaimana mengajarkab pola penggunaan gawai yang aman pada anak-anak,  yang kita kenal dengan istilah *digital literacy*.

Digital literacy adalah kemampuan untuk menggunakab informasi dan teknologi komunikasi untuk mencari,  mengevaluasi,  menciptakab,  dan menyampaikan informasi yang kesemuanya ini meliputi kemampuan kognitif dan teknis.

Tiga kategori digital literacy,  yaitu (Spires dan Bartlett):
1. Kemampuan untuk menemukan dan mengkomsumsi konten digital.
2. Menciptakan konten digital.
3. Mengkomunikasikan konten digital.

Untuk melaksanakan ketiga hal tersebut,  seseorang harus memiliki kemampuab untuk memilih dan memilah informasi, mengingat perkembangan informasi di dunia maya sangat cepat dengab berbagai jenis sumber informasu yang patut dikaji tingkat kesahihannya.

Konsep digital literacy dapat dikenalkan dengan konsep *DQ (Digital Quotient)* atau kecerdasan digital (Yuhyun Park,  doseb Nanyang Technological University).

DQ adalah kemampuan untuk mengambil informasi, mengolah,  dan menciptakan konten baru.

Sebelum anak dapat menciptakan konten baru dan berkontribusi dalam dunia digital,  para orangtua dan guru harus mengajarkan terlebih dahulu tata krana dalam dunia digital,  yang disebut dengan *digital citizenship*.

Park menyampaikab ada 8 tata krama dalan dunia digital yang harus dipahami setiap anak,  yaitu:
1. *Digital Citizen Identity*
orangtua dan guru harus mengajarkan pada anak untuk membangun identitas digital yang sehat,  teritegrasi antara identitas luring (offline)  dan daring (online).
2. *Privacy Management*
anak-anak harus diajari untuk selektif dalan menjalin koneksi,  untuk waspada pada profile asing untuk menjaga apa yang mereka kirim tidak mengancan keamanan mereka.
3. *Critical Thinking*
anak harus diajari untuk membedakan informasi yang nyata dan palsu,  konten yang amab dan berbahaya,  dan harus dilatih membedakan kontak/akun yang dapat dipercaya dan yang harus diwaspadai.
4. *Digital Footprints*/rekam jejak digital
anak harus memahami bahwa apa yang mereka kirim ke dunia digital akan terus bertahan di sana,  ada rekam jejak digital yang tidak dapat dihapus,  bahkan akan terus menyebar.
5. *Digital Empathy*
Ketidakmampuan berempati akan dapat berujung pada *cyber bullying* atau lebih parah lagi.
6. *Cyber Security Management*
anak-anak perlu belajar bagaimana membuat kata sandi yang aman,  tidak melakukan transaksi daring dengan CC keluarga,  dan perlu belajar bagaimana menjaga perangkat keras (komputer,  laptop,  hp,  tablet,  dll)  dari serangan virus. 
7. *Cyber Bullying Management*
anak-anak harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi cyber bullying dan paham apa yang harus mereka lakukan ketika menyaksikan atau ketika menjadi korban cyber bullying.
8. *Screen Time Management*
segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik,  demikian pula dengan aktivitas berlebihan di dunia maya.  Anak-anak harus dididil untul mampu membatasi diri,  menghentikan aktivitas daring mereka dan beraktivitas di dunia maya. Kemampuan ini yanh menjadi kunci pengaman anak-anak sehingga tidak kecanduan dunia maya,  baik dalam bentuk kecanduan game,  kecanduan ber-sosmed ataupun bentuk-bentuk kecanduan lain.

Bayi sampai balita berusia 2 tahub tidak boleh terpapar oleh gawai dan aktivitas digital.

Menurut AAP,  pada usia 3-5 tahun,  balita akan mendapatkan manfaat dari konten digital jika ada orang dewasa yang mendampingi dan menjelaskab kembali isi konten digital itu pada sang bayi.

Imbas negatif pada bayi dan balita seperti penurunan kualitas tidur bayi dan balita, kecenderungan mengalami obesitas dan pengaruh buruk pada perilaku bayi dan balita.

Selain masalah kesehatan,  gawai juga mengenalkan bahaya lain pada anak-anak dan remaja,  mengakibatkan kehilangan minat untuk berinteraksi di dunia nyata,  membuat mereka tidak mampu mengembangkan kemamphan interpersonal dan bahkan menarik diri dari dunia nyata (*withdrawal symptomps*).

Hasil penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang konsumtif dalam perilaku sosial media mereka lebih rentan terhadap depresi dibandingkan dengan orang-orang yang kreatif dan mampu membuat konten sendiri.

Penguasaan digital literacy akan membantu perkembangan minat baca dengan menyediakan konten yang sangat kaya bagi perkembangan pengetahuan anak-anak.

Rabu, 10 Januari 2018

Fitrah Seksualitas

FITRAH SEKSUALITAS
By: Ust. Harry Santosa

Punya suami yang kasar? Kaku?  Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.

Punya suami yang "sangat tergantung" pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.

Kok sebegitunya?

Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna.

Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.

Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.

Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.

Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.

Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.

Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.

Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan "saya perempuan" atau "saya lelaki"

Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.

Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.

Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka,  bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.

Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda  sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.

Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.

Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.

Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.

Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 - 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.

Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.

Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.

Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?

Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.

Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.

Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.

Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.

Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.

Salam Pendidikan Peradaban

#pendidikanberbasisfitrahdanakhlak
#pendidikananakdalamkeluargaislam
#positiveparenting
#motivasiparenting

Selasa, 26 Desember 2017

Ketika Allah Jatuh Cinta Kepada Hamba-Nya

☀Ketika Allah Jatuh Cinta Kepada Hamba-Nya☀
📢Ustadz Oemar Mita
💻Sumber: https"//www.youtube.com/watch?v=KplgaZNUrzM
📝@ArtieTeja

👉Rasulullah SAW mengatakan, menjelaskan di dalam hadist yang shahih "Allah itu kalau jatuh cinta kepada hamba-Nya, Allah akan memanggil malaikat Jibril."

💟Malaikat yang paling di cintai Allah, yang oaling terakhir di cabut nyawanya oleh Allah.

🌷Allah kalau jatuh cinta, Allah itu tidak diam, Allah kemudian sampaikan kepada malaikat Jibril "Sesungguhnya aku ini cinta kepada fulan." Disebutkan namanya, amal shalihnya yang menjadikan namanya harum di hadapan ar-Rahman. Maka kemudian Jibril mendapatkan perintah dari Allah, "Cintailah dia sebagaimana aku mencintainya." Jibril mencintainya kemudian turun ke langit dunia, ke langit yang diisi oleh ratusan juta malaikat yang tidak pernah kita tahu jumlahnya.

🍃Alam semesta ini ada dua: ada langit dan ada bumi.
🔸Bumi kita berbagi dengan setan, berbagi dengan hewan.
🔸Tapi langit, MasyaAllah, rapet dengan para malaikat yang gak pernah berhenti bertasbih kepada Allah, jarak satu malaikat dengan malaikat itu cuma setengah dzirah dalam suatu riwayat. Di langit penuh, rapet, berdesak-desakan para malaikat.

🍂Maka kemudian malaikat Jibril mengatakan kepada para malaikat itu "Allah telah jatuh cinta kepada salah satu di antara hamba-Nya karena amal-amal ini. Cintailah dia sebagaimana aku mencintainya dan sebagaimana Rabb kalian itu mencintai orang itu."

🌿Lalu kemudian seluruh penduduk langit akhirnya mencintai orang yang dicintai oleh Allah dan malaikat Jibril. Makanya sampai ada seorang salaf yang mengatakan, "Berapa banyak orang yang tidak terkenal di antara kita, datang tidak diantar, pulang tidak dijemput. Gak pernah dicari-cari, tapi menjadi orang yang mashyur di antara penduduk langit, kayak Julaibib."

🌾Julaibib itu kan gak terkenal di mata para Sahabat, tapi taukah kita ketika kemudian Julaibib itu meninggal dunia, Rasulullah itu berkata berkali-kali kepada para Sahabat, "Kalian kehilangan seseorang atau gak?" "Kami kehilangan fulan, kami kehilangan fulan, kami kehilangan fulan." Tidak di sebutkan nama Julaibib. Rasulullah nanya lagi, "Kalian kehilangan seseorang atau gak?" "Kami kehilangan fulan, kami kehilangan fulan." Gak disebutkan lagi tuh nama Julaibib. Lalu kemudian Rasulullah yang ketiga baru berkata, "Kalian kehilangan Julaibib atau gak?" Seorang Sahabat yang hitam, pendek, yang mana para wanita-wanita di Madinah itu menolak kalau dilamar oleh Julaibib. Seakan-akan kalau beliau ngetuk pintu itu dari dalam sudah ngoming, "Maaf tidak menerima lamaran." Tapi MasyaAllah ketika beliau meninggal dunia, nikah dengan seorang wanita yang dipilihkan oleh Nabi, wanita itu menerima walaupun Julaibib itu gak disukai oleh hatinya tapi karena pilihan Nabi diterima. Julaibib belum kemudian mencampuri wanita yang telah dinikahkan oleh Rasulullah, meninggal. Ketika meninggal, yang pertama kali dicari tuh Julaibib sampai akhirnya Rasulullah itu ketemu dengan Julaibib, maka Rasulullah itu menjadikan kedua tangannya menjadi kasur bagi Julaibib berkata, "Saya itu asalnya.. Saya ini dari Julaibib dan Julaibib bagian dari saya." Gak terkenal padahal.

💙Berapa banyak orang yang terlihat terkenal di antara kita, terkenal di antara penduduk langit ketika amalannya itu mengetuk-ngetuk pintu langit setiap waktunya, kenapa? Karena ikhlas dan ittiba'nya.
💙Dan berapa banyak orang yang terkenal di mata kita tapi tidak terkenal di antara penduduk langit, kenapa? Hatinya hitam dan amalannya tidak ittiba'.
💙Makanya ketika para malaikat telah jatuh cinta, apa yang dilakukan oleh malaikat? Malaikat mencintai orang yang dicintai oleh Allah.

💖Apa yang dilakukan oleh malaikat ketika mereka jatuh cinta? Disebutkan oleh Syekh Shalih Munajjid dalam penjelasan beliau, "Barangsiapa yang mengatakan Rabb kami adalah Allah kemudian mereka istiqomah, turun berkali-kali para malaikat untuk menguatkan orang yang istiqomah ketika mereka dicintai oleh Allah."
💖Apa yang dikatakan oleh malaikat ketika turun kepada orang-orang yang Allah cintai karena istiqomahnya? Malaikat itu berkata, "Yang kamu takutin apa? Yang kamu sedihkan apa? Dan kamu tuh telah diberitakan dengan surga."

⏩Imam Ibnu Katsir berkata, "Malaikat itu sengaja turun berkali-kali untuk menguatkab orang yang beriman supaya mampu untuk melewati setiap ujian tanpa takut dan khawatir."

Siapa yang menguatkan orang yang Allah cintai? Malaikat.

🌀Bisa bayangkan kalau dikuatkan malaikat itu sekuat apa? Kuat luar biasa! Kenapa? Yang nurunin malaikat, yang menguatkan malaikat. Sampai-sampai kita mendapati liat orang yang beriman, ujiannya berat. Benar! Kita gak mengingkari ujian orang yang berimab itu berat tapi harus ingat, pertolongan Allah lebih besar daripada ujian yang Allah berikan. Dan diantara pertolongan Allah itu apa? Malaikat yang Allah turunkan. Makanya kalau kita membaca Sahabat tuh rata-rata gak masuk akal menurut akal kita. Kenapa? Karena mereka itu dikuatkan oleh para malaikat.

⏩Abu bakar datang membawa seluruh hartanya sampai Nabi berkata, "Yang kau tinggalkan untuk keluargamu apa wahai Abu Bakar?" "Aku tinggalkan mereka dengan penjagaab Allah dan Rasul ya Rasulullah."

⏩Umar bin Khattab, masyaAllah orangnya itu kalau sudah ngomong, keras! Kalau sudah mukul, menyakitkan! Kalau sudah jalan, cepet! Tapi bagaimana fisiknya? Fisiknya orangnya tinggi, agak kehitam-hitaman, rambutnya agak ikal. Kemudian Umar bin Khattab, diceritakab oleh Ibnu Jauzi di pipinya itu ada garis menghitam. Ibnu Jauzi menceritakan, kenapa ada garus menghitam? Karena banyaknya sering menangis sampai membekas di pipinya. Luar biasa mereka dalam keimanan mereka? Karena mereka dikuatkan oleh para Malaikat.

⏳Makanya jangan-jangan kita yang shalat malam sudah pasang alarm sepuluh, lewat semuanya. Jangan-jangan kita ini belum dibantu oleh malaikat. Membawa uang 100rb ke Masjid untuk sedekah itu sudah terasa besar, tetapi ketika membawa uang 100rb ke bengkel itu terasa sedikit banget. Jangan-jangan kita kemudian mawas diri untuk mengukur, jangan-jangan belum turun kepada kita ini malaikat. Kenapa? Kalau kita termasuk orang yang dicintai oleh Allah, Allah turunkan malaikat. Dan allah menuatkan hati orang yang beriman itu. Allah tidak kuatkan secara fisik. Allah kuatkan secara hatinya. Makanya orang yang beriman itu kadang-kadang badan mereka kecil, tapi hati mereka yang kuat. Berapa banyak orang yang fisiknya bagus, tapi ketika kemudian dia rajin fitness, shalat dibelakang imam kepanjangan dikit, kakinya gemetar. Tapi ada orang yang tampaknya kurus tapi masyaAllah, ketika dia shalat sampai dua jam, tiga jam tidak terasa, padahal makanannya berbeda kualitanya dari yang pertama. Kenapa? Allah kuatkan hatinya lewat para malaikat yang Allah turunkan. Itu yang dikatakan Allah dalam surat Fushilat. Makanya masyaAllah kisah orang yang beriman itu menggetarkan jiwa. Sampai-sampai kemudiab dikatakan tidak ada orang yang paling hebat dalam iman kecuali adalah orang-orang yang beriman dan shalih kepada Rabbnya sampai Allah kuatkan hati mereka.




Selasa, 19 Desember 2017

Pembelajaran (Kurikulum, Proses, dan Hasil)

Mencoba memahami lagi apa itu pembelajaran. Orang awam berfikir tentang buruknya sebuah kurikulum yang akhirnya mereka memilih untuk tidak menggunakan kurikulum. Benarkah tidak menggunakan kurikulum? Coba kita pahami dulu proses pembelajaran dan kurikulum.

Dalan setiap proses pembelajaran, selalu akan ada tiga komponen penting yang saling terkait satu sama lain, yaitu:
1. Kurikulum (materi yang akan diajarkan)
2. Proses (bagaimana materi diajarkan)
3. Produk (hasil dari proses pembelajaran)

Ketiga aspek tersebut sama pentingnya karena merupakan satu kesaruan yang membentuk lingkungan pembelajaran.

Dalam pembelajaran dibutuhkan satu proses tersendiri untuk bisa menjembatani antara kurikulun dan hasil pembelajaran. Pendidik seharusnya memperhatikan aspek perasaab atau emosi murid, kesiapan mereka untuk belajar baik secara fisik maupun psikis.



Minggu, 29 Oktober 2017

Belajar dari Sistem Pendidikan di Finlandia

🍃Belajar dari Sistem Pendidikan di Finlandia🍃
📝@ArtieTeja-MotiVaMoms

Bagaimana pendidikan di Finlandia bisa menjadi maju dan berkembang?  Ada 5 unsur penting yang membuat siswa di Finlandia lebih baik, yaitu 4 diantaranya berkaitan langsung dengan sekolah (amanat yang diembannya)  dan 1 adalah tentang apa yang dilakukan anak-anak ketika tidak di sekolah.

1. Sekolah harus menyediakan pendidikan dan perkembangan yang seimbang,  menyeluruh,  dan berorientasi pada anak,  serta meletakkan suatu fondasi pembelajaran yang baik dan pantas.
🔸Kurikulum di sekolah Finlandia memberi porsi yang sama rata untuk semua mata pelajaran sehingga memberikan kesempatan bagi semua anak untuk mengolah berbagai aspek kepribadian dan bakat siswa (inklusivitas). 
🔸Setiap orang dapat belajar apapun yang diinginkannya selama ada dukungan yang layak dan cukup. 
🔸Fokus terhadap kesejahteraan, kesehatab,  dan kebahagiaan siswa menjadi salah satu tujuan utama bersekolah di seluruh penjuru Finlandia.

2. Pendidik (Guru)  mendapatkan pelatihan khusus dan berjenjang pendidikan tinggi jurusan kependidikan.
🔸Para guru diwajibkan mempelajari psikologi anak,  pendagogi,  pendidikan khusus,  mata pelajaran didaktik,  dan kurikulum yang lebih banyak daripada fakultas/jurusan lain.
🔸Para guru diharapkan untuk secara kolektif merancang kurikulum sekolah mereka,  memilih cara yang paling efektif untuk mengajar,  menilai seberapa baik anak didik mereka dalam belajar,  dan mengarahkan pengembangan serta pertumbuhan profesi mereka sebagai guru secara mandiri.

3. Mengembangkan mekanisme yang permanen demi mengamankan dan meningkatkab kesejahteraab dan kesehatan siswa di semua sekolah.
🔸Memastikan bahwa kurangnya kesehatan dan kesejahteraab yang mendasar di rumah tidak menghalangi kesempatan anak didik untuk menjadi berhasil.
🔸Setiap sekolah harus membentuk suatu Tim Kesejahteraan Siswa beranggotakan para ahli,  guru,  dan pemimpin yang membahas masalah-masalah yang menjadi perhatian utama dan memutuskan penyelesaiannya dengan cara terbaik yang mungkin dilakukan.

4. Kepala sekolah haruslah pendidik yang berpengalaman dan berkualitas.
🔸Kepala sekolah memiliki kualitas untuk mengajar di sekolah yang dipimpinnya.
🔸Pemimpin di sekolah juga harus cocok dan pas untuk memimpin orang-orang dan organisasi belajar mengajar yang berada di bawahnya.
🔸Para pemimpin adalah para guru dan para guru adalah para pemimpin (pendagogis).

5. Berikan kegiatan positif untuk anak-anak di luar jam sekolah. Belajar berorganisasi/sosial.
🔸90% orang muda Finlandia melaporkan bahwa setidaknya mereka memiliki satu hobi di luar sekolah.
🔸Faktor pendukung kerja sekolah dalam menolong semua anak didik menjadi sukses adalah pengembangan dan pemeliharaan anak di usia dini yang universal,  penanganan kesehatan publik,  dan sisten perpustakaan umum yang tersebar luas.

(📚Sahlberg dalam pengantar buku "Teach Like Finland")

Pendekatan Finlandia yang lebih lunak seperti hari sekolah yang pendek,  beban pekerjaan yang ringan,  dan sedikitnya tes dengan standar tertentu telah mematahkan pandangan tradisional tentang bagaimana mendapat hasil belajar yang luar biasa.

Guru di Finlandia menghargai kebahagiaan di atas pencapaian.  Mereka mengambil keputusan yang kecil,  sederhana untuk memperomosikan proses belajar dan mengajar yang menyenangkan.

Faktor kebahagiaan "suatu keadaan emosi posifit" sangat mempengaruhi bagaimana siswa belajar di dalam kelas,  mampu mendukung tujuan pembelajaran.

Minggu, 01 Oktober 2017

Menanamkan Tauhid Sejak Dini

🌟Mananamkan Tauhid Sejak Dini🌟
@ArtieTeja-MotiVaMoms

🔐Pendidikan anak (tarbiyatul aulad)  bukanlah dimulai dari semenjak kandungan,  sejatinya ia dimulai semenjak kita mencari pasangan hidup (suami/istri).

🔑Tauhid merupakan pondasi paling penting di dunia pendidikan Islam. Bagaimana ketauhidan kita sebagai orangtua akan menjadi teladan untuk pendidikan tauhid kepada anak-anak kita.

♥Salah satu pondasi pendidikan tauhid dimulai dari penanaman nilai-nilai tauhid kepada anak,  dan salah satu kunci keberhasilan pendidikan anak adalah tepatnya metode yang diberikan saat mengenalkan sang anak kepada penciptanya,  Allah Ta'ala.

♦Masa golden age merupakan fase dasar untuk membentuk anak.  Pendidikan dalam keluarga sangat berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak, sebab keluarga merupakan wahana yang pertama untuk seorang anak dalam. memperoleh keyakinan agama,  nilai,  moral,  pengetahuan dan keterampilan yang dapat dijadikan patokan bagi anak dalam berinteraksi dengan lingkungan.

🔓Rasulullah SAW memberikan contoh penanaman tauhid yang kokoh ketika beliau mengajari anak paman beliau,  Abdullah bin Abbas ketika berboncengan,  beliau berkata kepada Abbas: "Wahai anak,  aku mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah,  niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu.  Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah".

🔓Teladan lain dalam Al-Qur'an adalah Luqman,  beliau mengajarkan anaknya agar tidak menyekutukan Allah, agar anaknya menyembah Allah semata dan berbakti kepada kedua orangtua (QS.  Lukman:3 & QS.  Al-Israa':23).

Sudahkah kita ingatkan dan berikan teladan kepada anak-anak kita tentang pendidikan tauhid❓