Kamis, 06 Oktober 2016

Belajar dari Kepribadian Anak

⏳Kita sebagai orangtua dalam mendidik anak suka memaksakan kehendak dan tidak mau memahami perbedaan. Cenderung merasa paling benar sehingga mengabaikan gaya/tipe kepribadian anak🔀 Mencoba memaksakan satu kepribadian tertentu kepada anak-anak.

🔐Semestinya kita justru harus belajar menyesuaikan diri dengan kepribadian anak yang berbeda-beda dan mendorong mereka untuk menempuh jalan mereka masing-masing.

💡 Pada umumnya orang berpandangan bahwa kepribadian seorang anak terbentuk dari orangtuanya ketimbang dari diri si anak sendiri. Pola asuh orangtua memang mempengaruhi kepribadian anak, budaya dan lingkungan rumah berperan penting juga dalam membentuk suatu pribadi secara keseluruhan, namun anak-anak sebenarnya memiliki suatu kecenderungan bawaan untuk menjadi orang yang introvet atau ektrovet, peka atau tidak, pasif atau agresif.

⏩Anak-anak itu unik memiliki pola perilaku yang berbeda-beda. Sistem kepribadian yang menantang dan kompleks ini menganalisis cara kita sebagai orangtua untuk berhubungan satu sama lain berdasarkan perbedaan dan kesamaan kita.

⌛Melalui pemahaman terhadap kepribadian anak-anak, orangtua akan belajar⬇
🔖 Untuk memahami perbedaan.
🔖 Membantu anak-anak untuk percaya diri.
🔖 Mengapresiasi kelebihan.
🔖 Meringankan perasaan anak ketika gagal melakukan sesuatu atau berperilaku tidak sesuai harapan.

Rabu, 05 Oktober 2016

Jiwa Yang Tenang Dapat Mendatangkan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

🏡 Masjid Muadz bin Jabbal
📝 @ArtieTeja
📣 Ustd Basuki Abdurrahman

Kecerdasan hati berdasarkan Al Hikam Atha'illah

🔆Jiwa yang Tenang Dapat Mendatangkan Kebahagiaan Dunia dan Akhirat🔆

🌷Tenangkanlah jiwamu dari urusan duniawi, sebab apa yang telah dijanjikan Allah, janganlah kamu turut memikirkannya.

🌾Rehatkanlah dirimu daripada mentadbir (yakni bersusah payah dan merasa risau di dalam mengatur keperluan-keperluan hidup). Apabila sudah ada yang lain daripadamu yang mendirikannya bagimu (yakni ia sebenarnya telah pun diaturkan oleh Allah Ta'ala). Jangankan engkau mendirikannya pula untuk dirimu sendiri.🌸

🔥Kebutaan Hati
Kegigihanmu/kesungguhanmu untuk mencapai apa yang telah dijamin pasti bagimu (oleh Allah) dan kelalaianmu/keteledoranmu terhadap apa yang telah diperintahkan/diwajibkan kepadamu menunjukkan butanya mata hatimu (penglihatanmu).

💚Klasifikasi Hati (Ibnul Qayyim Al-Jauzi)
1. Qolbun Salim (hati yang selamat/bersih).
2. Qolbun Maridh (hati yang sakit).
3. Qolbun Mayit (hati yang mati).

Q.S. Al- Hajj: 46
"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi mata hati/nuraninya."

⏩Dalam diri manusia terdapat:
✴Shadran = Rasa (merasakan, empati, simpati).
✴Qolbun = Otak, berguna untuk berfikir (mindset).
✴Fuadun = Dada, hati.
✴Lubbun = Akal (berakal), lubuk hati paling dalam.
✴Saqofun =
✴Sirrun =
✴Ana = Aku-Nya Allah, hati nurani.

⏩Mengenal Manusia 🔀 Jasmani (QS. 76:1-22) ➡Ruh ➡Jiwa
⏬Dalam jiwa ada 2 jalan yang akan menentukan akhirnya:
🔽Taqwa (jalan kebenaran) ➡Surga
🔽Fujur (jalan bathil) ➡Neraka

🔹Bashirah (QS. 75:14; QS. 12:108)
Pandangan mata akan menuntun kita ke jalan kebenaran 🔀 Agar pandangan mata tidak buta maka lakukan segala perintah-Nya dan jauhi segala larangan-Nya.

🌟Batasan Mencari Rezeki (QS. 28:77)
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagiamu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan."

✨Allah telah menjamin rizki tiap hamba-Nya (Allah menentukan rizki tiap-tiap makhluk) [QS. 29:60; QS. 20:132; QS.51:56].

🔖 Allah hanya meminta kita taat dengan shalat dan sabar.
🔖 jangan mengejar sesuatu yang sudah Allah tetapkan dengan sungguh-sungguh sampai melupakan kewajibanmu. Inilah bukti bahwa mata hatimu telah mati.

Senin, 03 Oktober 2016

Agar Pohon Iman Tumbuh dan Berkembang di Taman Hati

📝 @ArtieTeja
📣 Ust.Syatori Abdurrauf
🏡 Masjid Muadz bin Jabbal

🌸Agar Pohon Iman Tumbuh dan Berkembang di Taman Hati Kita🌸

💙Hati adalah taman kehidupan temoat tumbuh berkembangnya benih-benih Iman yang tersemai di dalamnya.

Terkadang ada ketidaksesuaian antara hati dan Iman seseorang.

⏩Pohon Iman dalam diri seseorang di bagi menjadi 3, yaitu:
🍂 Tidak tumbuh, ada orang-orang yg pohon imannya tidak tumbuh🔀Tidak ada di dalam hati (exs: kafir, munafiq). QS Al-Hujurat: 14.
🍀 Tidak berkembang, imannya tumbuh tetapi tidak berkembang 🔀 Ada di dalam hati yang berpenyakit. Penyakit yang ada di dalam hati akan mengganggu atau merusak pohon Iman🔄Jika di hati masih ada penyakit maka pohon Iman tidak akan berkembang dengan baik.
🌱 Tumbuh dan berkembang 🔀Ada di dalam hati yang sehat.

Adakah penyakit di hati kita?

🔥Ada 2 macam penyakit hati, yaitu:
🔼Penyakit hati yang ada namanya, misalnya: sombong, riya, iri, dengki
🔼Penyakit hati yang tidak bernama (bahayanya kita tidak terasa kalau memiliki penyakit hati).

💥 Penyakit hati adalah terdiagnosa dari pertentangan yang tidak wajar di dalam perilaku diri kita.

⚠Gejala ada penyakit hati, yaitu:
🔒Khubbul manhiyyat, yaitu menyukai yang dilarang oleh Al-Qur'an dan Hadist. Beramal yang sia-sia 🔀Amal dikatakan sia-sia jika tidak ada manfaatnya untuk akhirat.
🔒Bugdhul makmurat, yaitu tidak menyukai yang di perintahkan. Exs: sabar, memaafkan, tahajjud, dll 🔀Segala perintah yang berat akan menjadi ringan jika kita menyukainya.

☑Penyakit hati-lah yang menyebabkan manusia tidak merasakan pengaruh Iman.

🔖Tiada yang bisa mengobati penyakit hati selain Al-Qur'an 🔀 Salah satu tujuan Allah menurunkan Al-Qur'an sebagai obat bagi orang yang mengimani.
🔖Membaca di sertai dengan tadabbur.

Mengapa kita harus Tadabbur❓

🌟Tadabbur Al-Qur'an🌟

" Ikhtiar, menjadikan Al-Qur'an sebagai pengikat antara pikiran akal dan pikiran hati"

"Menghayati ayat-ayat suci Al-Qur'an, agar tidak ada alasan untuk tidak menerimanya"

Menghayati= menghidupkan

Bagaimana tadabbur ini kita lakukan❓Dengan menghayati Al-Qur'an

🌠Hayatilah Al-Qur'an, agar di akhir hayat nanti Al-Qur'an lah yang akan "menghayati" kita.

🔹Menghayati Al-Qur'an "berarti menjadikan Al-Qur'an hidup dalam kehidupan kita"
🔹Dengan menghayati Al-Qur'an akan menimbulkan pengaruh bagi hidup dan kehidupan kita.

🔸Tidak ada satupun penyakit hati yang tidak ada obatnya🔸

Penyebab Perilaku Abnormal Anak

Ada beberapa istilah yang sering dipakai secara bergantian sejalan dengan gejala perilaku berkelainan, yaitu: perilaku abnormal, perilaku maladaptif, gangguan mental, psikopatologi, gangguan emosional, penyakit jiwa, gangguan perilaku, penyakit mental, dan ketidakwarasan.

Banyak faktor (penyebab) yang mempengaruhi terjadinya suatu kelainan/penyakit pada seorang individu.

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya perilaku abnormal pada anak yaitu faktor psikososial, yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah:
🔽Trauma di masa kanak-kanak, deprivasi dini biologi maupun psikologik yang terjadi pada waktu bayi, anak-anak, misalnya anak yang ditolak (rejected child).
🔽 Deprivasi parental, misalnya anak-anak yang kehilangan asuhan ibu di rumah sendiri, terpisah dengan ibu atau ayah kandung, tinggal di asrama, dsb.
🔽 Hubungan orangtua dengan anak yang patogenik. Keluarga pada masa kanak-kanak memegang peranan penting dalam pembentukan kepribadian, kadang orangtua berbuat terlalu banyak untuk anak dan tidak memberi kesempatan anak untuk berkembang, ada kalanya orangtua berbuat terlalu sedikit dan tidak merangsang anak, atau tidak memberi bimbingan dan anjuran yang dibutuhkan (Coleman,1976:160 dan Maramis, 1994: 140-141).
🔽 Beberapa jenis hubungan yang sering melatarbelakangi adanya gangguan jiwa umpamanya perlindungan berlebihan, manja berlebihan, tuntutan perfeksionis, standar moral yang kaku dan tidak realistik, disiplin yang salah, persaingan antarsaudara (sibling rivalry).
🔽 Struktur keluarga yang patogenik. Struktur keluarga inti, kecil, atau besar mempengaruhi terhadap perkembangan jiwa anak, apalagi bila terjadi ketidaksesuaian perkawinan dan problem rumah tangga yang berantakan.

Sikap orangtua yang kurang bijaksana dapat juga berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian anak (sifat atau sikap).

Sumber: Buku "Psikiatri: Konsep Dasar dan Gangguan-Gangguan" ;Drs.MIF Baihaqi, M.Si, dkk.

Kamis, 29 September 2016

Anak dan Ridho Orangtua

Pengingat..Jangan jadikan Ridho kita sebagai orang tua sebagai ancaman.. kunci mendidik anak: lupakan kesalahannya, maafkan kesalahannya, dan tuntun menjadi lebih baik. 💖💗

"ANAK dan RIDHO ORANGTUA"

Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"

Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.

"Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.

Waaa pak Dosen mulai menantang muridnya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya  menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc . disana beliau menuliskan bahwa anak nakal  dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)

Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik

Siklus Anak nakal ( siklus 2)

Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ? ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.

Anak Nakal -> ORANGTUA RIDHO ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bagaimana caranya kita sebagai orangtua bisa ridho ketika anak kita nakal?

ini kuncinya

َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“
Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Caranya orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab

Jika kalian melihat anakmu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya  - Umar Bin Khattab

Sumber : tidak disebutkan nama penulisnya.
Dodik Mariyanto adl suami ibu Septi Peni, salah satu pakar parenting.

Senin, 26 September 2016

Hidup ini keras Nak...

Tidak akan pernah bisa menghadapi dunia dengan mengharap segalanya sesuai dengan kemauan kita..Berusaha keras bolehlah tapi bukan berkeras hati.

Bahkan sesekali melemah itu hal yang wajar tapi bukan lantas malas dan berkecil hati.

Hidup ini keras Nak..
Butuh perjuangan, berjuang itu tak hanya di medan perang.

Hidup ini keras Nak..
Taklukkan dunia dengan cara yang santun. Tidak harus selalu menang dalam berkompetisi. Tidak harus selalu menjadi nomor satu. Tidak harus juga segala fasilitas memudahkanmu..

Hidup ini keras Nak..
Tetaplah menjadi pribadi sederhana yang rendah hati. Tak ada yang perlu di sombongkan dalam hidup ini. Kelak hanya amal yang akan menemani kematian, bukan kemewahan, bukan materi, bukan kawan, bahkan bukan pula keluargamu..

Teruslah belajar Nak..Belajar bertanggung jawab, belajar untuk mencapai tujuan hidup yang sesungguhnya..Menggapai ridho-Nya..Mencapai surga-Nya..Aamiin..

Sabtu, 24 September 2016

The Butterfly Effect

_The Butterfly Effect_ : Kepakan Sayap Kupu-kupu yang Mengubah Hidupmu

Oleh : Cahyadi Takariawan

Edward Norton Lorenz pada tahun 1961 mengemukakan sebuah teori, bahwa seluruh kejadian dalam kehidupan kita pada dasarnya adalah rangkaian dari kejadian acak atau random.

Dengan simulasi program di komputer, ia berusaha memprediksi kondisi cuaca. Hingga akhirnya ia menemukan angka faktor 0,506. Semakin kecil ia masukkan bilangan desimal, makin presisi pula perkiraan yang didapatkan.

Saat ia masukkan angka 0,506127, ia menemukan bahwa dampak dari desimal terkecil tersebut setara dengan efek kepakan sayap kupu-kupu. Lorenz terhenyak saat mendapatkan gambaran, satu kepakan sayap kupu-kupu bahkan bisa menghasilkan efek tornado yang dahsyat. Inilah yang disebut sebagai teori butterfly effect.

Keteraturan Alam Semesta

Sebagai muslim, kita percaya sepenuhnya bahwa semua kejadian dalam hidup kita adalah ketentuan dari Allah yang pasti akan terjadi. Semua hal tidak ada yang luput dari ilmu dan kehendakNya. Tidak satupun kejadian yang tiba-tiba dan "kebetulan".

Semua hal selalu berada dalam pengaturan dan ketentuanNya yang Maha Agung. Semua kejadian di alam semesta ini ritmis dan teratur di sisi Allah Yang Maha Mengatur. Namun tampak random di mata manusia, karena sifat manusia yang tidak memiliki cukup ilmu untuk memahaminya.

Kendati kita yakin akan keteraturan hukum Allah atas alam semesta ini, namun ada penjelasan yang bisa dipelajari dari teori Lorenz. Justru karena manusia tidak mengetahui skenario global di alam semesta, maka semua tampak random pada awalnya. Kita baru mengetahui betapa ritmis dan teratur hidup ini saat semua telah terjadi.

Hal-hal yang belum terjadi akan selalu menjadi rahasia bagi manusia, yang tidak seorangpun bisa memastikannya. Pilkada DKI yang belum terjadi, adalah sebuah rahasia. Faktor yang membuat seorang calon gubernur DKI menjadi menang atau kalah, tampak sebagai hal yang random. Namun bisa dipelajari alur keteraturannya setelah usai pilkada.

Seorang anak muda yang selesai kuliah di sebuah fakultas dan tengah mencari kerja, ada sangat banyak faktor yang mempengaruhi diterima atau ditolak untuk bekerja di suatu instansi. Faktor-faktor itu tampak sebagai hal yang random. Bahwa nantinya ternyata ia bekerja sesuai dengan spesialisasi fakultasnya; atau berbeda sama sekali dengan ilmu yang ditekuninya, pada awalnya tampak sebagai hal yang random.

Seorang pemuda lajang yang tengah berproses mendapatkan pasangan hidup, ada terlalu banyak faktor random yang tidak bisa diketahui dengan pasti, siapakah yang akan menjadi jodohnya. Faktor apakah yang bisa membuat dirinya berjodoh atau tidak berjodoh dengan seseorang. Usaha apakah yang bisa membuat dirinya bertemu jodoh. Itu semua tampak sebagai hal yang rumit dan random.

Kadang sebuah SMS atau telpon nyasar bisa mengubah kehidupan seseorang. Sebuah ketidaksengajaan yang dilakukan seseorang bisa saja mengubah hidupnya di kemudian hari. Suatu ajakan iseng dari teman bisa membuat seseorang berubah nasib. Sebuah pertemuan di bus atau kereta api bisa mengubah hidup seseorang.

Di mata manusia, itu semua tampak random. Di sisi Allah, semua serba teratur mengikuti kehendakNya yang Maha Agung.

Memasang Puzzle yang Random

Saya ingat kisah seorang senior saya. Suatu ketika ia melihat ada permen karet menempel di sebuah kursi di ruang tunggu bandara. Saat seseorang lelaki tampak akan menduduki kursi itu, dengan refleks ia meminta kepada lelaki tersebut agar tidak mendudukinya.

Ia segera mengeluarkan tisu dari saku bajunya, dan digunakan untuk membersihkan sisa permen karet yang menempel di kursi. Entah siapa yang membuang sisa permen karet dengan sembarangan hingga menempel di kursi. Beberapa tisu ia gunakan hingga bersih sisa permen karet tersebut.

Setelah kursi bersih, senior ini mempersilakan lelaki tersebut untuk duduk. Peristiwa "tidak sengaja" ini  berbuntut panjang. Mereka berdua segera berkenalan dan mengobrol akrab. Berbagai hal mereka bincangkan sambil menunggu proses boarding pesawat.

Ternyata lelaki tersebut adalah salah seorang pemilik perusahaan multinasional yang tengah mencari direktur utama untuk perusahaannya. Tidak dinyana, ia langsung meminta senior ini untuk datang ke kantornya guna melakukan wawancara.

Singkat cerita, akhirnya senior ini diterima dan dipercaya untuk memimpin sebuah perusahaan multinasional. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya, bahwa ia akan menduduki jabatan istimewa itu. Gerakan reflek membersihkan sisa permen karet di kursi bandara yang dia lakukan, kurang lebih setara dengan kepakan sayap kupu-kupu. Dampaknya sangat fantastis. Mengubah total kehidupan masa depannya.

Sebegitu random semua kejadian dalam kehidupan menurut pandangan manusia, maka usaha untuk mencapai atau mendapatkan sesuatu pada dasarnya seperti memasang puzzle yang bentuknya random. Manusia hanya bisa merencanakan dan melakukan hal terbaik untuk mendapatkan cita-cita dan keinginannya. Hanya Allah yang bisa memberikan hasil akhirnya.

Untuk itu, sesungguhnya yang diperlukan adalah usaha untuk terus mengepakkan sayap kupu-kupu ke arah yang positif. Bahkan kita juga bisa melakukan sejumlah usaha untuk orang lain guna mengubah kehidupannya. Hanya dengan satu kepakan sayap kupu-kupu, kita bisa ikut mengubah kehidupan orang lain. Bahkan dampaknya bisa sangat dahsyat dibandingkan dengan besaran "usaha" yang dilakukan manusia.

Sebuah pertemuan makan malam yang kita siapkan di suatu restoran, ternyata bisa mempertemukan beberapa orang yang akhirnya mendapatkan titik interaksi yang bisa ditindaklanjuti. Sebagian menemukan kesepakatan kerja sama bisnis. Sebagian menemukan kecocokan minat dan hobi atau organisasi. Bahkan ada yang bertemu jodoh dalam pertemuan makan malam tersebut.

Luar biasa bukan? Membuat acara makan malam bersama itu tidak sulit. Itu hal yang mudah saja di zaman kita sekarang. Usaha yang dilakukan untuk mengundang dan mempersiapkan jamuan makan malam juga simpel. Setara satu atau beberapa kepakan sayap kupu-kupu.

Sebuah pengajian yang kita gelar di rumah kita bisa jadi membawa pengaruh mengubah kehidupan seseorang dalam jangka waktu yang panjang. Pengajian itu berlangsung sederhana saja, ada tausiyah dan didengarkan oleh jama'ah yang datang. Bisa jadi ada seseorang yang terinspirasi dan termotivasi melakukan sesuatu kebaikan setelah mendengar tausiyah, hingga akhirnya kehidupannya berubah menjadi lebih baik.

Menyelenggarakan pengajian di rumah kita, adalah hal yang sangat mudah kita laksanakan. Tidak ada kesulitan yang berarti. Mungkin tingkat kesulitannya setara dengan kepakan sayap kupu-kupu. Tapi lihatlah, betapa dahsyat dampak yang mungkin didapatkan.

Teruslah Mengepakkan Sayap Kebaikan

Kita tidak pernah tahu kepakan mana yang akan mampu mengubah hidup kita dan hidup orang lain. Saya memahami arahan Nabi Saw agar kita memperbanyak silaturahim, bisa dijelaskan dalam format ini. Melakukan silaturahim itu mudah dan sederhana. Namun ada banyak kemanfaatan yang bisa didapatkan darinya.

Bisa jadi karena suatu silaturahim, seseorang mendapat proyek pekerjaan yang bernilai sangat besar. Bisa jadi karena suatu silaturahim, seseorang mendapatkan peluang beasiswa ke luar negeri. Ada juga seseorang yang akhirnya dibangunkan gedung pendidikan yang megah dan komplit, setelah silaturahim.

Usaha silaturahim itu mungkin setara dengan satu kepakan sayap kupu-kupu. Namun dampaknya bisa sangat dahsyat mengubah hidup seseorang. Demikian pula arahan Nabi saw agar kita selalu berbuat baik kepada orang lain. Semua perbuatan baik kita adalah untuk Allah dan karena Allah. Bukan untuk maksud yang sifatnya kepentingan sementara saja. Namun dengan banyaknya perbuatan baik inilah Allah akan memberikan balasan kebaikan pula bagi kita.

Hal jaza-ul ihsan illal ihsan, demikian Allah mengajarkan kepada kita. Terus saja mengepakkan sayap-sayap kebaikan, pasti Allah akan membalas pula dengan kebaikan. Tidak pernah ada yang sia-sia dari semua kepakan sayap kebaikan kita, karena Allah Maha Menepati janjiNya.

Usaha mengepakkan sayap ini justru karena terbatasnya pengetahuan kita tentang apa yang akan terjadi dalam kehidupan manusia. Yang bisa kita lakukan adalah terus berusaha. Terus bergerak, terus berkarya, terus bekerja hingga akhir usia. Karena kita tidak pernah tahu, lewat kepakan sayap yang mana Allah akan memberikan surga kepada kita.

Jangan berhenti mengepakkan sayap kebaikanmu. Karena kamu tidak pernah tahu lewat kepakan sayap yang mana Allah memberikan jodoh kepadamu. Kamu tidak pernah tahu lewat kepakan sayap yang mana Allah memberikan jalan rejeki kepadamu. Kamu tidak pernah tahu lewat kepakan sayap yang mana Allah memberikan solusi atas masalah hidupmu. 

Maka terus kepakkan sayap kebaikanmu. Jangan bosan mengepakkan sayapmu. Karena di situlah sesungguhnya esensi kehidupanmu.

Perjalanan Shinkanzen, Hakata - Shin Yokohama, 24 September 2016

Sumber Data :
Jemy V. Confido, The Butterfly Effect, dalam : lionmagz.net